Selasa, 7 April 2026

C-Tech Lab Meriset Metode Terapi Pembasmi Kanker di Serpong

Riset dilakukan terhadap metode terapi pembasmi sel kanker termutakhir di Indonesia yang disebut Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT)

Warta Kota/banu adikara
Menristekdikti Mohamad Nasir (batik hijau) melakukan kunjungan ke klinik terapi kanker, C-Tech Lab Edwar Technology di Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Senin (11/1/2016). Kunjungan Nasir menjadi bagian dari proses pengawalan dan riset atas operasi klinik terapi kanker dengan teknologi Electro-Capacitive Cancer Therapy tersebut. 

TANGERANG, WARTA KOTA- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) masih terus memantau riset Kementerian Kesehatan terhadap lab terapi kanker, C-Tech Lab Edwar Technology yang berada di Jalan Jalur Sutera Kav. Spektra Blok 23 BC No. 10-12, Alam Sutera, Kota Tangerang.

Untuk diketahui, proses riset sudah dilakukan sejak akhir November 2015 lalu oleh Kementerian Kesehatan.

Riset dilakukan terhadap metode terapi pembasmi sel kanker termutakhir di Indonesia yang disebut Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT), yang ditemukan oleh pengelola dan pendiri C-Tech Lab, Warsito Purwo Taruno.

Oleh Kementerian Kesehatan, berdasarkan nota kesepakatan, aktivitas tempat terapi itu pun dibekukan sementara hingga hasil review lebih lanjut. Hal ini pun sempat menarik perhatian para netizen di dunia maya.

Mereka pun memberikan dukungan kepada Warsito dan kliniknya tersebut.

"Perlu ditegaskan disini bahwa kami sangat mendukung segala inovasi yang ditemukan, apalagi dalam bidang kesehatan. Kami berharap inovasi seperti ini bisa terus berkembang, " kata Menristekdikti, Mohamad Nasir, Senin (11/1) dalam kunjungannya ke C-Tech Lab.

Nasir mengatakan, kunjungan ini adalah yang kedua kalinya setelah Desember 2015 kemarin.

"Kami sudah melakukan diskusi dan mediasi dengan Kementerian Kesehatan, dan beberapa Fakultas Kedokteran di sejumlah perguruan tinggi. Kami melakukan itu supaya terobosan yang dilakukan Warsito bisa terus berkembang," kata Nasir.

Nasir pun mengakui dirinya menaruh perhatian besar terhadap inovasi ECCT yang ditemukan Warsito.

"Jumlah penderita kanker di dunia, khususnya di Indonesia terus meningkat. Adanya metode ECCT ini jelas harus dikembangkan, sejalan dengan riset yang dilakukan Kementerian Kesehatan," kata Nasir. (Banu Adikara)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved