Breaking News:

Rekayasa Lalu Lintas

2016, Polres Bogor Butuh 45 CCTV untuk TMC

Kepolisian Resor Bogor Kota membutuhkan 45 titik kamera CCTV dalam pembangunan pusat pengaturan lalu lintas atau Traffic Management Center pada 2016.

Editor: Hertanto Soebijoto
Tribunnews.com
Ilustrasi : Situasi lalu lintas di Jalan Raden Saleh, Kota Bogor, Rabu (6/1/2016). 

WARTA KOTA, BOGOR - Kepolisian Resor Bogor Kota, Jawa Barat, membutuhkan 45 titik kamera pemantau atau CCTV dalam pembangunan pusat pengaturan lalu lintas atau Traffic Management Center pada 2016.

"Total ada 45 titik memerlukan CCTV untuk keperluan TMC ini," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra di Bogor, Senin (11/1/2016).

Andi Herindra mengatakan, TMC yang dirancang oleh Polres Bogor Kota tidak hanya untuk pemantauan arus lalu lintas dan mengurai kemacetan, tetapi untuk keamanan dan ketertiban masyarakat.

Andi Herindra mengatakan, kebutuhan TMC di Kota Bogor cukup mendesak mengingat tingginya mobilitas masyarakat. Sepanjang 2015 telah terjadi 776 tindak pidana, 129 di antaranya pencurian kendaraan bermotor.

"Selama 2015 terjadi 65 kali kecelakaan lalu lintas, 20 orang di antaranya meninggal dunia. Sepanjang tahun itu juga terdapat 31.918 kendaraan yang ditilang," kata Andi Herindra.

Andi Herindra mengatakan, hampir semua wilayah di Kota Bogor terdapat titik rawan kriminalitas, pelanggaran lalu lintas, dan kemacetan, seperti di Kecamatan Bogor Timur ada enam titik, Bogor Selatan tujuh titik, Bogor Tengah 11 titik, Bogor Barat enam titik, Bogor Utara enam titik, dan Tanah Sareal tiga titik.

"Titik kerawanan lalu lintas, kamtibmas terbanyak ada di Kecamatan Bogor Tengah (pusat kota), di kawasan ini juga ada titik pengamanan VVIP, aktivitas Presiden yang keluar masuk Istana Bogor," kata Andi Herindra.

Andi Herindra mengatakan, sudah ada sekitar 20 CCTV yang terpasang di Kota Bogor. terdiri atas kamera PTZ (360 derajat) 10 unit dan kamera FIZ (tidak bergerak) 20 unit.

"CCTV yang aktif hanya 12 unit, sisanya 16 tidak aktif, karena petir dan ada galian yang mengenai fiber optiknya," kata Andi Herindra.

Selama ini, kata Andi Herindra, CCTV yang terpasang hanya satu arah tidak ada umpan balik kepada masyarakat dalam pelayanan baik dalam pengaturan arus lalu lintas maupun pengamanan kamtibmas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved