Breaking News:

Kopi Beracun

Pegawai Kafe Muntah-muntah Cicipi Setetes Kopi Mirna

Lalu oleh pegawai itu diambil setetes kopi memakai ujung sedotan. Kemudian diteteskan di tangannya, lalu dicicipi.

Tribunnews.com
Ilustrasi minum kopi. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Pegawai Olivier Cafe di Mall Grand Indonesia sempat mencicipi setetes kopi yang diminum Wayan Mirna Salihin (27) usai peristiwa terjadi.

Hasilnya pegawai kafe itu langsung muntah-muntah usai mencicipi setetes kopi itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar. Krishna Murti menceritakan hal itu kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com saat jump pers di Polda Metro Jaya, Minggu (10/1).

Krishna mengatakan, usai Mirna kejang-kejang dan dibawa ke rumah sakit, pegawai kafe menyingkirkan kopi itu ke dapur.

Lalu oleh pegawai itu diambil setetes kopi memakai ujung sedotan. Kemudian diteteskan di tangannya, lalu dicicipi.

"Ketika Ia mencicipi kopi itu, si saksi itu merasakan rasa yang kebas," kata Krishna.

Bahkan Ia lekas merasakan mual selama setengah jam dan muntah-muntah.

"Padahal itu hanya setetes saja loh. Makanya kami menduga ada sesuatu di kopi itu," ujar Krishna.

Lebih lanjut, Krishna mengatakan, dirinya sudah mendapat informasi awal dari Puslabfor yang menyebut bahwa diduga ada Sianida di dalam kopi itu.

"Tapi ini baru informasi informal, belum resmi," kata Krishna.

Nantinya, ucap Krishna, hal itu akan dicocokkan dengan hasil analisa sampel lambung, hati, dan empedu korban yang baru dikirim ke Puslabfor pagi tadi, usai jenazah diautopsi dini hari tadi.

Sehingga Krishna menegaskan bahwa pihaknya belum menyimpulkan ini peristiwa pembunuhan.

Tapi pihaknya amat meyakini kematian korban tidak wajar dan mencurigai suatu zat di dalam kopi sebagai biang keladinya.

"Ini harus dirunut dan direkonstruksi seluruhnya. Mencocokkan alat bukti satu dan lainnya untuk menyimpulkan," kata Krishna.(ote)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved