resensi buku

Andy Noya: Dari Jurnalis ke Filantropis

Sepanjang hidupnya, Andy hidup berpindah-pindah mulai dari Surabaya, Malang, Jayapura, hingga Jakarta.

Editor: Andy Pribadi
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Cover buku Andy Noya: Kisah Hidupku. 

Di luar itu, ini buku yang menarik dan menggambarkan sosok seorang jurnalis yang memiliki karier bagus dengan masa kecilnya yang kelabu.

Ketika ia sudah merasa karier jurnalistiknya mencapai puncak, ia menoleh ke samping untuk melakukan hal lain yang bisa meringankan hidup banyak orang yang terpinggirkan.

Buku ini memberikan gambaran yang sangat jujur dari seorang Andy Noya tentang masa lalu, karier jurnalistiknya, dan bagaimana ia mengalami konflik dengan sejumlah pihak.

Yang menarik adalah Andy Noya dengan tegas mengatakan bahwa ia tak mau masuk dalam gerbong politik yang dibawa oleh Surya Paloh dan kemudian hari menarik-narik media yang dipimpinnya untuk turut memopulerkan dirinya.

Sayangnya, detail masalah ini tak digambarkan dengan jelas, padahal untuk sebagian orang, hal ini menarik untuk diketahui.

Juga untuk menilai bagaimana sikap seorang Andy ketika berhadapan dengan ambisi politik seorang pemilik media yang ”ngebet” masuk dunia politik dan kemudian memanfaatkan media yang ia miliki untuk memuaskan nafsu politiknya.

Buku ini hadir saat Andy Noya berusia 55 tahun. Mungkin angka ini terlalu dini untuk seseorang menuliskan kisah hidupnya.

Buku ini sendiri kemudian menjadi tak cukup jelas apakah fokusnya mau bicara soal diri pribadi Andy Noya, Andy Noya sebagai jurnalis, dan Andy Noya sebagai host yang berhasil mengangkat banyak anggota masyarakat yang kerap terpinggirkan? Buku ini kelihatan ingin membahas semuanya.

Sebagai jurnalis, mungkin Andy masih bisa melakukan pencapaian tertentu dalam usianya sekarang, tetapi yang lebih terlihat sekarang peran Andy yang menjadi host sekaligus menjadi seorang filantropis.

Menjadi jurnalis dan filantropis adalah peran yang sama sekali berbeda untuk dimainkan.

Setelah membaca buku ini lalu sejumlah pembaca akan jadi merenung: dunia jurnalistik macam apa yang sedang berjalan di Indonesia saat ini dan membuat seorang Andy Noya merasa mentok, untuk kemudian ia beralih menjadi seorang host dan filantropis?

Sumber: KOMPAS
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved