resensi buku

Andy Noya: Dari Jurnalis ke Filantropis

Sepanjang hidupnya, Andy hidup berpindah-pindah mulai dari Surabaya, Malang, Jayapura, hingga Jakarta.

Editor: Andy Pribadi
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Cover buku Andy Noya: Kisah Hidupku. 

Oleh Ignatius Haryanto

Kita mengenalnya sebagai salah satu ”host” terpenting di televisi Indonesia. Ia memiliki penampilan khas berkulit terang, berkepala licin, kacamata bingkai gelap, senyum yang selalu tersungging.

Kita sering dibuat kaget dengan pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada tamunya.

Dialah Andy Noya, ”host” dari ”talk show” di Metro TV, ”Kick Andy”.

Jika kita melihat dirinya hari ini, kita mungkin akan berpikir bahwa Andy adalah seorang yang sukses, datang dari keluarga yang bahagia, karena hari-hari ini kita melihatnya sebagai orang yang kerap mengundang tamu yang membuat kita jadi merenung tentang makna hidup.

Ternyata Andy adalah orang yang memiliki kekayaan pengalaman hidup, mulai dari yang paling buruk yang pernah dibayangkan oleh seorang anak kecil, seorang remaja, dan seorang yang menuju dewasa.

Sepanjang hidupnya, Andy hidup berpindah-pindah mulai dari Surabaya, Malang, Jayapura, hingga Jakarta.

Perjalanan hidup pria kelahiran Surabaya 1960 ini sering menikung dengan sangat tajam: banyak pengalaman pahit yang ia alami sejak masih kecil hingga akhirnya menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Publisistik (STP) di Jakarta.

Dunia jurnalistik menjadi batu loncatan penting bagi kehidupan seorang Andy Noya.

Ia mulai bisa menulis dan mengupayakan tulisannya menjadi artikel di surat kabar atau majalah agar mendapatkan honor.

Honor tadi sangat menolong keluarga yang hidup pas-pasan tersebut. Sejak saat itu karier masuk ke dunia jurnalistik makin moncer.

Memulai karier sebagai reporter untuk proyek buku dari Grafiti Pers—dahulu, induk dari majalah Tempo—Apa dan Siapa Orang Indonesia, Andy menunjukkan produktivitasnya dalam menulis dan juga berhasil mewawancarai sejumlah orang penting Indonesia.

Karena tulisannya tergolong baik, dalam waktu singkat ia dipercaya menjadi editor dalam proyek yang sama, padahal ia tergolong ”masih yunior” ketimbang beberapa reporter lain dari kampus yang sama.

Halaman
123
Sumber: KOMPAS
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved