Demi Rampas Ponsel, Motor Ninja Pelaku Jadi Barang Bukti Kejahatan, Babak Belur Pula

Dua penjahat dikeroyok massa saat mencoba merampas ponsel warga.

Demi Rampas Ponsel, Motor Ninja Pelaku Jadi Barang Bukti Kejahatan, Babak Belur Pula
London Today/Daily Mail
Ilustrasi perampas ponsel warga pakai sepeda motor. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Dua penjahat dikeroyok massa, saat mencoba merampas ponsel warga di Kampung Kumejing, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Kamis (7/1/2016) malam.

Keduanya, Andri (25) dan Aryadi (25) digelandang warga ke Mapolsek Sukatani untuk diperiksa polisi.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi, Inspektur Satu Makmur mengatakan, niat jahat pelaku mencul saat melihat korban, Dilah (19), yang tengah dibonceng April (21) pakai motor sedang memainkan ponselnya.

Melihat peluang itu, para pelaku yang menggunakan Kawasaki Ninja R 150 cc, langsung memepet kendaraan korban dari arah kiri.

Saat korban hendak menghentikan laju kendaraannya, tak disangka Aryadi yang dibonceng menendang motor korban.

Akibatnya, korban terjatuh dan tertimpa sepeda motornya.

Rupanya tendangan keras dari Aryadi membuat rekannya, Andri hilang kendali saat berkendara, hingga motor yang ditumpanginya menabrak pohon di lokasi.

"Kedua pelaku menabrak pohon dan jatuh di lokasi. Korban lalu berteriak meminta bantuan," kata Makmur, Jumat (8/1/2016) siang.

Panik dengan teriakan korban, para pelaku berusaha bangkit dan hendak melarikan diri.

Naas, warga sekitar, yang mendengar teriakan koorban, keburu menangkap pelaku.

"Keduanya langsung dipukul massa menggunakan tangan kosong hingga babak belur," kata Makmur.

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku telah melakukan aksi ini sebanyak tiga kali.

Mereka biasanya mengincar korban yang berjenis kelamin perempuan, dengan alasan tak berani melawan.

Rencananya, uang hasil penjualan harta korban, bakal digunakan pelaku untuk berpesta minuman keras (miras).

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja milik Aryadi yang digunakan untuk beraksi.

"Motornya tanpa dibekali pelat nomor polisi," kata Makmur.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan hukuman penjara selama sembilan tahun.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved