Sabtu, 25 April 2026

Malapraktik

Ayah Korban Malpraktik Chiropractic Tolak Jenazah Anaknya Diautopsi

Ayah Allya Siska Nadia-korban malpraktik Chiropractic, Alfian Herman Hasyim, menolak polisi melakukan autopsi terhadap jenazah anaknya.

Potsdambody
Ilustrasi Chiropractic 

WARTA KOTA, SEMANGGI-Ayah Allya Siska Nadia-korban malpraktik Chiropractic, Alfian Herman Hasyim, menolak polisi melakukan autopsi terhadap jenazah anaknya.

Ada tiga alasan yang membuat Alfian dan keluarganya menolak autopsi.

Pertama, kata Alfian, tak ada satupun yang menyarankan untuk autopsi di awal kasus ini.

"Seandainya itu dilakukan awal-awal (otopsi) kami tidak keberatan. Kalau 5 bulan baru dilakukan saya jadi bertanya-tanya," kata Alfian kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com saat jumpa pers di sebuah rumah makan di kawasan Senayan, Jumat (8/1/2016) siang.

Kedua, kata Alfian, berdasarkan pernyataan dari dokter spesialis, kini sudah tidak berguna lagi dilakukan autopsi.

Sebab jenazah anaknya sudah dikubur sejak 5 bulan lalu. Sehingga kondisi jenazah sudah amat rusak.

Alasan ketiga, kata Alfian, dirinya sebagai Muslim dan dengan keyakinan Islamnya tidak sepakat untuk dilakukan autopsi.

"Harap dihormati keyakinan Saya sebagai seorang Islam. Biarlah anaak saya tenang di alam kuburnya. Biarlah pembuktian melalui ahli-ahli. Semuanya itu (ahli-ahli) berkesimpulan amat berbahaya melakukan manipulasi tulang," kata Alfian.

Sebelumnya Allya meninggal di RS Pondok Indah pada 7 Agustus 2015. Setelah sebelumnya menjalani manipulasi tulang belakang di Chiropractic First di Pondok Indah Mall (PIM).

Sementara itu, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak, membenarkan bahwa di usia jenazah 5 bulan pembusukan memang sudah maksimal. Musyafak pun yakin otot-otot jenazah sudah membusuk sempurna.

"Tetapi kalau Chiropractic ini nantinya yang kita lihat tulangnya. Sebab paling besar kemungkinannya ini terkait dengan tulang. Jadi memang tetap akan bisa dianalisa," kata Musyafak ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore ini.

Kini, kata Musyafak, pihaknya menunggu sinyal dari penyidik untuk mulai membongkar makam dan melakukan autopsi.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved