Penembakan

Barack Obama Menangis di Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat Barack Obama begitu emosional hingga meneteskan air mata saat mengingat anak-anak

Barack Obama Menangis di Gedung Putih
AFP/Kompas.com
Presiden AS Barack Obama menyeka air mata saat ia menyampaikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (5/1/2016), terkait upaya mengurangi kejahatan bersenjata. 

WARTA KOTA, PALMERAH--Presiden Amerika Serikat Barack Obama begitu emosional hingga meneteskan air mata saat mengingat anak-anak yang menjadi korban penembakan massal di negara tersebut.

Hal itu terjadi ketika Obama memaparkan regulasi pengetatan kepemilikan senjata api, yang mencakup pemeriksaan menyeluruh, seperti kondisi mental dan catatan kejahatan calon pembeli senjata.

Obama tampil berpidato di Gedung Putih, Selasa (4/1/2016), setelah diperkenalkan oleh Mark Barden.

Putra Barden merupakan salah satu korban tewas dalam penembakan brutal di sekolah dasar di Newtown, Connecticut, pada Desember 2012.

Pidato Obama disampaikan dengan perasaan emosional.

Nada suaranya meninggi ketika ia mengatakan bahwa hak konstitusional warga AS untuk memegang senjata harus diseimbangkan dengan hak untuk beribadah, menikmati kedamaian, dan hidup mereka.

Obama sering mengatakan bahwa pembantaian itu merupakan waktu yang sulit.

"Setiap kali saya berpikir tentang anak-anak tersebut, itu membuat saya marah," kata Obama.

Sejenak ia menyeka air yang menetes dari kedua ujung matanya.

"Itu mengubah saya, hari itu. Harapan saya dengan sungguh-sungguh bahwa itu akan mengubah negara. Kita berada di sini ... untuk mencegah terjadinya penembakan massal," kata Obama.

Halaman
12
Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved