6 Bocah Tenggelam di Pulau Kotok, Kepsek SMPIT Cibitung Bungkam
Kedua mata pria berkemeja putih ini nampak berkaca-kaca dan menggigit bibir.
WARTA KOTA, PADEMANGAN - Sebanyak 6 siswa dari Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Darusalam Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, tenggelam di sekitarai Pantai Dangkal Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, saat menggelar acara outbond dan pelatihan renang, Selasa (05/01/2016), siang.
Kejadian yang menyebabkan satu siswa tewas dan lima siswa dirawat intensif ini, membuat Kepala Sekolah SMPIT Cibitung, Alfredi tutup mulut.
Pantauan Warta Kota, nampak jenasah Hilman Sandika (13), siswa SMPIT yang tewas sekaligus warga di Kawasan Perumahan Panorama Blok C4 nomor 4, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, tengah dievakuasi di Dermaga 17 Marina Ancol, dan hendak dibawa menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.
Tak butuh waktu lama, jenasah yang sudah dimasukkan petugas ke dalam mobil jenasah ini pun membuat Kepala Sekolah SMPIT Cibitung ini keluar dari Kantor Polres Kepulauan Seribu. Kedua mata pria berkemeja putih ini nampak berkaca-kaca dan menggigit bibir.
Wajahnya memerah, nampak usai menangis saat diperiksa pihak Kepolisian Polres Kepulauan Seribu. Ketika ditanya awak media, Alfredi sedikitpun enggan membuka mulutnya.
Sesekali, lengan kemeja bagian kanannya diusap ke kedua matanya yang berlinang air mata. Ia bersama petugas pun lalu pergi tak bicara.
Alfredi tak sendiri, dirinya bersama seorang wanita yang merupakan guru SMPIT Cibitung juga enggan membuka mulut atas kejadian tersebut. Diketahui, jenasah tiba di Dermaga 17 Marina Ancol sekitar pukul 14.00 WIB.
Diketahui sebelumnya, pihak Kantor Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Seribu, mendapat laporan dari kepolisian terkait tenggelamnya enam siswa di Pulau Kotok. Tenggelamnya keenam siswa malang tersebut diketahui saat acara outbond keliling pulau tengah berlangsung.
Dikatakan Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Seribu, Muhammad Ali saat diwawancarai Warta Kota semalam, para korban diketahui saat itu tengah bersama rombongan sekolah, baik guru dan murid-murid lainnya.
"Mereka ada rombongan yang berasal dari SMPIT Darusalam Cibitung, Bekasi. Rombongan ini berjumlah siswa 190 orang dengan jumlah guru 50 orang. Rombongan tiba di Pulau Kotok, Selasa (05/01), jam 11.00 WIB," kata Ali.
Dijelaskan Ali, kala itu para siswa tengah mengikuti acara outbond Keliing Pulau dan diselenggarakannya pelatihan renang oleh pihak sekolah.
"Mereka para rombongan berenang disekitar pantai yang terbilang dangkal. Mereka berlatih berenang dengan arahan guru-gurunya untuk dibagi menjadi beberapa kelompok. Saat berlangsung kegiatan itu para siswa berenang seperti pada umumnya," jelasnya.
Ketika usai, para siswa-siswi pun dikumpulkan kembali oleh para guru-guru untuk dilakukan pengecekan dengan menghitung para siswa.
"Para guru pun mencoba menghitungnya kembali. Ternyata kurang satu siswa. Namun, ketika dilihat, telihat seorang anak yang dalam kondisi tenggelam meminta tolong. Anak-anak lain berupaya menyelamatkan, namun terdengar teriakan siswa yang lain yang juga turut tenggelam," kata Ali.
Lanjut Ali, dalam kejadian itu siswa kelas 1 SMP bernama Hilman (13) pun tewas. Lima lainnya masih dilakukan perawatan intensif di Rumah Bersalin (RB) Pulau Kelapa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160106-mayat-tenggelam_20160106_134054.jpg)