Sabtu, 11 April 2026

Bahrain dan Sudan Ikuti Arab Saudi Putuskan Hubungan dengan Iran

Setelah Saudi dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, kini Sudan menyusul menghentikan relasi dengan negara tersebut.

Editor: Suprapto
AFP/Kompas.com
Warga Iran berkumpul dalam aksi unjuk rasa menentang eksekusi mati terhadap ulama Syiah, Sheikh Nimr al-Nimr, oleh pemerintah Arab Saudi, di Imam Hossein Square di ibu kota Teheran, Minggu (4/1/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Hubungan Iran dan negara-negara Timur Tengah semakin renggang setelah terjadi ketegangan dengan Arab Saudi.

Setelah Saudi dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, kini Sudan menyusul menghentikan relasi dengan negara tersebut.

"Pemerintah Sudan mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran secepat mungkin," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Sudan, Senin (4/1/2016).

Keputusan itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran akibat penyerangan secara brutal terhadap Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Teheran. Sudan menganggap tindakan tersebut melanggar hukum internasional.

Ketegangan hubungan antara Iran dan Saudi beserta negara pendukungnya muncul setelah pemerintah Saudi mengeksekusi mati seorang ulama Syiah, Sheikh Nimr al-Nimr, pada Sabtu pekan lalu.

Rakyat dan pemerintah Iran memprotes keras tindakan Saudi tersebut hingga terjadi penyerangan di kedutaan Saudi di Teheran pada Minggu dini hari.

Merespons hal tersebut, pemerintah Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik Iran pada hari itu juga. Langkah ini diikuti pula oleh Bahrain sehari kemudian.

Negara-negara lain yang mendukung Arab Saudi juga meninjau kembali hubungan mereka dengan Iran. Unit Emirat Arab telah menurunkan hubungannya dengan negara tersebut. Adapun Kuwait mendukung tindakan Saudi.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved