PT Transjakarta Butuh 6.000 Sopir dan 6.000 Kernet Baru

ia berharap bagi masyarakat yang berminat pihaknya membuka lowongan pekerjaan dan membutuhkan 6000 sopir dan 6000 kernet bagi yang memiliki Surat Izin

PT Transjakarta Butuh 6.000 Sopir dan 6.000 Kernet Baru
Wartakotalive.com/Mohamad Yusuf
Dirut PT Transjakarta Antonius Kosasih 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Direktur Utarma PT Transportas Jakarta (Transjakarta), Antonius Kosasih, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menambah armada sebanyak 2.000 unit.

Maka dari itu, ia berharap bagi masyarakat yang berminat pihaknya membuka lowongan pekerjaan dan membutuhkan 6.000 sopir dan 6.000 kernet bagi yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B1 Umum dan SIM B2 Umum.

"Buat semua sopir dan kernet angkutan umum lainnya tidak usah khawatir kehilangan pekerjaan jika layanan kami sudah banyak. Silakan mendaftar ke kami."

"Kami ada pengadaan 2000 bus, yang artinya kami perlu 6000 sopir dan 6000 Kernet atau istilah kami On-Board. Kami mengundang semua yang memiliki SIM B1 Umum dan SIM B2 Umum untuk mendaftar menjadi pengemudi kami," kata Kosasih melalui pesan singkatnya via Whatsaap, Minggu (03/01/2016).

Menurut dia, minimal gaji untuk pemegang SIM B1 Umum bus single, akan bayar 2 kali Upah Mimimun Provinsi (UMP) atau penghasilan take home pay bulanan Rp 6,2 juta.

"Sementara, untuk pemegang SIM B2 Umum, pengemudi bus tingkat penghasilan take home pay bulanan 2,5 kali UMP dan pengemudi bus gandeng 3 kali UMP."

"Untuk jam kerja yang pasti dan asuransi jiwa dan kecelakaan yang bisa mencapai Rp100 juta di luar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)," ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya akan terus membuka penerima sopir dan kernet untuk bekerja di perusahaannya.

"Tolong kabari kalau ada teman, tetangga, relasi atau keluarga yang mau daftar jadi pengemudi Transjakarta ya. Intinya, kalau referensi Jakarta Newsmakers akan kami permudah yang penting punya SIM B1 UMUM atau B2 UMUM, nanti kami terima, latih dan sertifikasi," ujarnya.

Ia pun memaparkan, bagi masyarakat yang ingin mengirim lamarannya, dikirim PT. Transjakarta yang berlokasi Jalan Mayjen Sutoyo nomor 1, Cawang, Jakarta Timur, kode pos 13650 atau melalui email di ans.kosasih@gmail.com," jelasnya.

Ia menambahkan, per akhir Januari ada 61 bus yang akan di scrap atau harus ganti dengan bus baru.

"Sampai dengan akhir Juni ada sekitar 200 bus yang akan kami scrap, semuanya dari Operator. Kondisi bus yang dikelola Transjakarta sendiri masih sangat bagus."

"Kalau operator sendiri tidak sanggup ganti bus baru, kami yang akan ganti dengan bus lain, baik yang kami beli sendiri atau yang akan kami adakan dengan metode Rp/km melalui e-Katalog LKPP. Sebab, kami menargetkan di Semester II 2016, sudah tidak ada lagi bus yang tidak ada layak jalan," tutupnya. (BAS)

Penulis:
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved