Korban Pohon Tumbang di Bekasi Bakal Gigit Jari

Korban pohon tumbang di Bekasi bakal gigit jari tidak bisa mengklaim ganti rugi karena Pemkot Bekasi tidak mengasuransikan pohon di wilayahnya.

Korban Pohon Tumbang di Bekasi Bakal Gigit Jari
Warta Kota/budi sam law malau
Ilustrasi pohon tumbang timpa mobil. 

WARTA KOTA, BEKASI-Berhati-hatilah bagi warga yang melintas di pohon rindang di Kota Bekasi saat musim hujan. Selain rentan tertimpa pohon tumbang, si korban juga tak bisa klaim ganti-rugi terhadap insiden itu ke Pemerintah Kota Bekasi. Alasannya, pemerintah daerah (pemda) belum sanggup untuk memberikan asuransi pohon ke masyarakat.

"Kecuali kami gandeng pihak ketika untuk melakukan kerjasama untuk mengasuransikan warga yang terkena pohon tumbang. Ke depan mungkin seperti itu," kata Kepala Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Kota Bekasi, Karto, Minggu (3/12).

Menurut dia, asuransi pohon sangat diperlukan mengingat insiden pohon tumbang membahayakan masyarakat. Apalagi musim hujan seperti ini, insiden pohon tumbang sangat rawan terjadi.

Oleh karenanya, guna menghindari hal itu pihaknya giat melakukan pemangkasan pohon rindang sebagai upaya pencegahan pohon tumbang. Akan tetapi biaya pemeliharaannya cukup kecil, berkisar Rp 250.000 per pohon.

Padahal biaya keseluruhannya cukup besar, mengingat setelah pemangkasan, potongan batang pohon harus dibuang menggunakan jasa pekerja dan sewa mobil pick-up. "Setidaknya ada 600 pohon yang kami pangkas tahun 2015 lalu. Kami berharap, upaya pencegahan ini bisa menghindari insiden pohon tumbang," ujar Karto.

Adapun ratusan pohon itu tersebar di sejumlah jalan protokol dan lingkungan, seperti Jalan KH. Noer Ali, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Rawa Tembaga, Jalan Mayor Hasibuan dan sebagainya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengatakan, sudah seharusnya Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait melakukan pemeliharaan pohon rindang guna menghindari insiden pohon tumbang. Pasalnya, insiden pohon tumbang sangat merugikan masyarakat.

Selain bisa menimbulkan korban jiwa, luka dan kerugian materi, insiden pohon tumbang juga bisa menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. "Jadi sangat menganggu bila ada insiden pohon tumbang bagi masyarakat," kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya mendukung bila pemda berencana melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengasuransikan seluruh pohon di Kota Bekasi. "Kami akan terus dukung dan mengawal program pemerintah, selama memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena pengawasan juga salah satu tugas pokok kami," jelasnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved