Jumat, 10 April 2026

Lokbin Pasar Minggu Kini Ramai karena Dilintasi Angkot

Salah satu faktor pemicunya justru karena Lokbin kini dilintasi mikrolet atau angkutan kota (angkot) saat ini.

Warta Kota/Dwi Rizki
Lokbin Pasar Minggu yang kini ramai karena dilintasi angkot. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Sejenak duduk dan berdiam diri di tengah hiruk pikuk Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Minggu, terlihat jelas jika pasar yang senyatanya merupakan area relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Minggu pada pertengahan tahun 2013 silam itu kini ramai kedatangan pembeli.

Bukan tanpa sebab, salah satu faktor pemicunya justru karena Lokbin kini dilintasi mikrolet atau angkutan kota (angkot) saat ini.

Rekayasa tersebut terpantau usai lapak Lokbin Pasar Minggu sementara dibongkar petugas pada Senin (14/12) lalu.

Seluruh mikrolet yang bermuara ke dalam Terminal Pasar Minggu kini dialihkan untuk berputar arah melintasi Lokbin Pasar Minggu, persis di belakang Terminal Pasar Minggu.

Karena itu, seluruh mikrolet yang hendak memasuki terminal atau berasal dari Jalan Terminal dibelokkan menuju Jalan Sosial dan Jalan Rajawali, persis di sebelah Ruko Rajawali untuk masuk ke dalam Terminal Pasar Minggu mengakhiri trayek.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Sabtu (2/1), rekayasa berjalan baik, tidak hanya mengurai kemacetan yang semula terlihat berada di depan Lokbin Pasar Minggu, lintasan baru mikrolet pun menambah ramai ketiga blok Lokbin pasca di relokasi pada Selasa (15/12) lalu.

"Awalnya bagian belakang lokbin sini sepi (Jalan Sosial-red), soalnya ketutup sama lapak pedagang di depan. Nah, pas dibongkar jadi kebuka semua, apalagi angkot lewat, sekarang semuanya rata, bukan cuma depan aja yang rame tapi di belakang sini juga," ungkap Iis (35) pemilik warung kopi di blok B Lokbin Pasar Minggu, Sabtu (2/1).

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah pun mengakui hal serupa.

Menurutnya, rekayasa trayek mikrolet tersebut telah mencapai targetnya, yakni meramaikan Lokbin Pasar Minggu.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya akan menetapkan rekayasa tersebut sebagai trayek permanen bagi seluruh mikrolet yang hendak masuk ke dalam Terminal.

Sehingga, apabila ada mikrolet yang keluar rute akan ditindak pihaknya.

"Jadi (rekayasa-red) cuma buat mikrolet aja, kalau metromini sama bis besar tetap di rute awal. Kalau kita lihat sudah bagus, dalam waktu dekat kita akan pasang MCB (Moverable Conrete Barrier-red) beton, sedangkan lokasi lapak yang dibongkar mau kita jadiin lahan parkir," jelasnya. (dwi)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved