Breaking News:

Konsultasi

Begini Mencegah Penularan Hepatitis A

Berlainan dengan hepatitis B yang ditularkan melalui cairan tubuh, hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar.

Kompas.com
Ilustrasi. 

Pencegahan

Sampai saat ini pengobatan adalah dengan beristirahat, menjaga makanan, dan mencari kemungkinan komplikasi.

Salah satu komplikasi yang sering timbul adalah mata kuning yang bertahan lama.

Namun, sekali lagi pada umumnya hepatitis A akan sembuh sempurna meski tak ada obat khusus.

Memang ada satu bentuk hepatitis A yang berat dan dapat menimbulkan kematian yang disebut hepatitis A fulminan.

Untunglah keadaan ini amat jarang terjadi.

Bagaimana mencegah penularan hepatitis A? Pencegahan utama adalah menghindari makanan dan minuman yang mungkin tercemar hepatitis A.

Di negeri kita banyak sekali makanan dan minuman yang berpotensi menularkan penyakit, baik hepatitis A, demam tifoid, maupun penyakit diare.

Pada umumnya para pedagang belum memahami pentingnya kebersihan dalam menyediakan makanan, baik kebersihan makanan, kebersihan piring, sendok, ataupun gelas juga harus diperhatikan.

Air pencuci piring dapat merupakan sumber penularan penyakit jika tidak memenuhi kebersihan.

Tugas kita semualah untuk meningkatkan keamanan makanan dan minuman kita. Memang kita sering melihat paradoks.

Di perkantoran yang mentereng para karyawan makan di kedai pinggir jalan yang belum terjamin kebersihannya.

Begitu pula seperti pengamatan Anda, kantin sekolah dan kantin di kampus juga belum terjamin kebersihannya.

Akibatnya, banyak murid, mahasiswa, dan karyawan tertular penyakit melalui makanan.

Di samping menjaga kebersihan risiko penularan hepatitis A dan demam tifoid dapat dicegah dengan imunisasi.

Imunisasi hepatitis A dilakukan dua kali dengan selang 6 bulan dan memang antibodinya akan bertambah seumur hidup sehingga tak perlu diulang.

Sementara imunisasi demam tifoid dilaksanakan cukup sekali saja tetapi harus diulang setiap tiga tahun.

Sekarang juga sudah tersedia vaksin gabungan hepatitis A dan demam tifoid.

Cobalah hubungi dokter keluarga Anda apakah anak Anda memerlukannya. Semoga Anda sekeluarga sehat selalu.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved