resensi buku

Rezim Kebudayaan dan Manusia Baru

Buku ini mencatat perkembangan rekayasa kebudayaan oleh rezim era kolonial sampai ke era Reformasi.

Editor: Andy Pribadi
Wawan H Prabowo
Buku Kebudayaan dan Kekuasaan di Indonesia: Kebijakan Budaya Selama Abad Ke-20 hingga Era Reformasi. 

Oleh Amiruddin al-Rahab

Pencarian bentuk kebudayaan nasional merupakan pergulatan politik yang panjang antara rezim dan masyarakat di Indonesia.

Dalam pergulatan panjang itu, kehendak menciptakan ”manusia baru” Indonesia penuh pertentangan antarunsur di masyarakat dengan rezim itu sendiri.

Buku ini mencatat perkembangan rekayasa kebudayaan oleh rezim era kolonial sampai ke era Reformasi.

Jones menelusuri bagaimana rekayasa kebudayaan dirancang oleh para rezim dalam era yang berubah.

Benang merah yang terbentang sama dari setiap rezim, yaitu memperlakukan manusia Indonesia sebagai manusia yang belum dewasa, irasional, serta terbelakang.

Untuk ”mendewasakan” manusia Indonesia itu, setiap rezim memiliki pola pikir yang sama, yaitu merasa paling mengerti apa yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

Jones memaparkan, sepanjang abad XX kebijakan politik rezimlah yang membentuk kebudayaan, bukan sebaliknya.

Jones menunjukkan bahwa administrator rezim kolonial begitu gandrung kepada ilmu antropologi (indologi) karena berkepentingan untuk mengenali seluruh lekuk tubuh manusia jajahan yang berserakan dalam kelompok etnis, kebiasaan yang saling berbeda, baik karena alam maupun karena tradisi, dan kemudian berniat untuk mengubahnya sesuai dengan kepentingan rezim kolonial.

Konsepsi kebudayaan
Program politik etis di awal abad XX adalah konsepsi kebudayaan untuk mengubah manusia jajahan melalui pendidikan.

Esensi politik etis membentuk manusia tanah jajahan yang masih terbelakang, menjadi manusia terdidik, dan bisa bekerja dalam sistem sosial-ekonomi yang berubah di Hindia Belanda.

Dalam kerangka itu, stratifikasi ras ditekankan, di mana kulit putih menjadi pembimbing dari komunitas suku-suku terbelakang yang berserak, menuju warga kolonial yang bisa diperintah secara seragam.

Era pendudukan Jepang dilihat Jones sebagai era perang.

Halaman
123
Sumber: KOMPAS
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved