Breaking News:

Jamin Keamanan Makanan, Dinas KUKMP DKI Sidak Pujasera Blok S

Tercatat, ada sebanyak 12 sampel yang diambil dari sebanyak 12 pedagang yang aktif berjalan, antara lain bakso, somay, mie ayam, soto, ayam goreng,

Warta Kota/Dwi Rizki
Petugas menempel lembar informasi yang menunjukkan jika kios pedagang bebas zat berbahaya dan dalam pengawasan Dinas KUKMP DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - 'Mencegah lebih baik daripada mengobati, apalagi mengobati penyakit berat, mendingan susah sedikit daripada sakit', demikian celoteh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Menengah Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta saat meninjau kembali Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/12).

Dalam peninjauan tersebut, Irwandi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta terlihat berkeliling untuk mengambil sampel bahan makanan dan minuman yang berpotensi mengandung zat berbahaya.

Tercatat, ada sebanyak 12 sampel yang diambil dari sebanyak 12 pedagang yang aktif berjalan, antara lain bakso, somay, mie ayam, soto, ayam goreng, tahu dan es podeng.

Seluruh bahan makanan tersebut kemudian dikumpulkan dan diuji langsung dalam mobil laboratorium keliling milik BPOM.

Petugas BPOM pun segera mengambil sampel dan melarutkan seluruh bahan makanan untuk diuji apakah mengandung borax, formalin maupun rodhamine B atau pewarna tekstil.

"Di lokasi ini ada 52 pedagang makanan yang aktif berjalan, tapi karena masih liburan, cuma ada 12 pedagang yang kita periksa. Jadi jangan karena satu pedagang bandel, nama baik lokasi ini jadi rusak," jelasnya di sela-sela peninjauan di lokasi, Senin (28/12).

Menunggu beberapa saat, harapan pun menjadi kenyataan, seluruh bahan makanan yang diuji terbukti negatif mengandung zat berbahaya.

Hal tersebut diungkapkannya sangat memuaskan, karena diketahui jika dalam pemeriksaan sebelumnya pada November 2015 lalu, ada sebanyak tiga bahan makanan yang positif mengandung formalin dan rodhamine B, yakni tahu, kerupuk gendar dan cendol mutiara.

Tidak hanya di Pujasera Blok S, pemeriksaan serupa pun dilakukan di Pujasera Nyi Ageng Serang Kuningan Jakarta Selatan, Lengang Jakarta Monumen Nasional (Monas) dan Pusat Kuliner Pecenongan, Jakarta Pusat.

Selain itu, PKL di Balai Pustaka, Cibubur dan Rawamangun Jakarta Timur, Kawasan Kota Tua Jakarta Barat serta PKL Kelapa Gading dan Taman Pluit Jakarta Utara.

"Kita periksa semua lokasi (pujasera-red) sebanyak empat kali, kalau ketahuan makanannya mengandung zat berbahaya sampai dua kali-akan kita keluarkan. Tujuan kita baik, cuma ingin menata pedagang agar berusaha jujur dan makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat," jelasnya.

Selain melakukan pemeriksaan bahan makanan, pihaknya pun menempelkan lembar informasi yang menunjukkan jika kios pedagang bebas zat berbahaya dan dalam pengawasan Dinas KUKMP DKI Jakarta.

"Kedepannya akan kita pasang papan informasi yang menunjukkan bila lokasi sudah kami awasi dan tetapkan jika lokasi aman," tutupnya. (dwi)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved