Larangan Ojek Berbasis Online Bikin Netizen Gelisah

Masyarakat mencekam kebijakan Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan yang melarang operasionalisasi angkutan berbasis aplikasi seperti Go-Jek, BlueJek

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Bintang Pradewo
Pengojek dengan jaket dan helm warna biru terlihat berkumpul di Jalan Suryo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/9) siang. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Dengan tidak bolehnya operasionalisasi dari angkutan berbasis online dari Kementerian Perhubungan membuat gelisah warga masyarakat.

Hal ini terlihat dari cuitan para netizen dari berbagai situs online.

Salah satunya ada situs Path. Dimana, masyarakat mencekam kebijakan Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan yang melarang operasionalisasi angkutan berbasis aplikasi seperti Go-Jek, BlueJek, Grabbike, dan Uber Taxi.

"Sebenarnya dengan adanya online gojek masyarakat menjadi nyaman dan aman. Tetapi, peraturan pemerintah, tidak punya gigi dan kuat. Ya bisa juga berkaitan dengan kecemburuan sosial bagi pengguna jasa transportasi umum lainnya," tulis Ryan Watimuri di akun Path miliknya.

Berbeda pendapat dengan Alfi. Wanita yang sering pulang malam hari itu sangat membutuhkan keberadaan Gojek.

Dimana, perempuan berjilbab itu merasa aman dan nyaman ketika pulang malam hari mengunakan ojek berbasis aplikasi.

"Manfaat ojek online banyak. Salah satunya kalau ada di tempat antah berantah sudah malam, angkutan umum harus turun beberapa kali dan menuju ke rumah harus jalan kaki. Gojek bisa ‎jadi solusi. Selain cepat, harganya juga lebih ramah dibandingkan taksi. Dan alhamdulilah belum ada pemerkosaan perempuan oleh pengemudi gojek," tulis Alfi.

Sementara itu, hal lucu dituangkan dalam akun Path Arlette.

Dia meminta para pejabat lebih bijak menyikapi keberadaan ojek berbasis aplikasi. Karena memang manfaatnya dirasa cukup banyak.

"Bapak ibu pejabat yang terhormat apabila ojek online dilarang. Lantas apa saya harus menghire ojek pribadi? Pada ngerti ndak sih ini perekonomian melambat‎ !" tulis Arlette.(bin)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved