Pilkada Depok

KPU Depok: Idris-Pradi 411.367 Suara, Dimas Babai 253.086 Suara

KPU Kota Depok telah selesai melakukan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu (16/12/2015) malam.

KPU Depok: Idris-Pradi 411.367 Suara, Dimas Babai 253.086 Suara
Wartakotalive.com/Budi Samlaw Malau
Idris Abdul Shomad, calon Wali Kota Depok, memberikan suara di TPS 77, Bhaktijaya, Sukmajaya, Depok, Rabu (9/12/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, telah selesai melakukan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota, di Hotel Bumi Wiyata, di Jalan Margonda, Depok, Rabu (16/12/2015) malam.

Hasilnya pasangan Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi memperoleh 253.086 suara dan pasangan Mohammad Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna memperoleh 411.367 suara.

Ini berarti pasangan Idris-Pradi yang diusung PKS dan Gerindra, unggul perolehan suara dengan raihan 61,91 persen.

Sementara, pasangan Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi yang diusung PDIP, PKB, Nasdem dan PAN memperoleh 38,09 persen.

Surat suara sah berdasarkan rekapitulasi adalah 664.453 suara. Sementara tercatat ada 28.412 surat suara tidak sah.

Total surat suara sah dan tidak sah yang digunakan pemilih berjumlah 692.865. Sementara DPT Kota Depok adalah 1.222.092 suara.

Ketua KPU Depok Titik Nurhayati mengatakan sempat terdapat masalah pengadminstrasian dalam jumlah surat suara, yang berdampak adanya kelebihan surat suara.

Menurutnya hal itu akhirnya bisa diatasi setelah serangkaian konfirmasi dan pengecekan ulang dalam penghitungan suara.

Titik mengatakan, setelah penetapan rekapitulasi hasil suara ini maka pihaknya akan menetapkan pemenang Pilkada pada 23 Desember 2015.

Namun sehari sebelumnya, pihaknya akan lebih dulu mengumumkan pasangan calon terpilih.

"Jika tidak ada gugatan saat diumumkan, maka keesokan harinya akan langsung ditetapkan sebagai pemenang Pilkada atau pasangan calon terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Depok," katanya.

Mengenai partisipasi pemilih yang belum memenuhi target, karena hanya sekitar 56,86 persen, dia menuturkan, banyak faktor yang mempengaruhi. "Sehingga perlu ada kajian tersendiri," katanya.

Menurutnya minimnya partisipasi pemilih tidak terjadi di Depok saja, namun di sejumlah daerah yang sekarang melaksanakan pilkada serentak.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved