Drainase Buruk Jadi Penyebab Jembatan Ambruk di Tol Desari
Menurut Dany, drainase disana banyak yang hilang sejak pembangunan.
WARTA KOTA, SEMANGGI - Ambruknya jembatan yang sedang dicor di Tol Depok - Antasari (Tol Desari), disebut akibat buruknya drainase serta hujan yang terus turun.
Manajer Proyek Tol Desari, Agus Rianto, mengakui hal itu kepada wartawan, Minggu (13/12/2015).
Menurut Agus, penyebab ambruknya jembatan yang sedang dicor akibat hujan yang terus turun.
Hal itu, ucap Agus, membuat air tergenang dan terlalu banyak masuk ke tanah.
"Air mengalir terus, hujan terus," kata Agus. Kemudian, ketika hujan terus turun, pihaknya tengah melakukan pengecoran dan kemudian amburk pukul 01.45 dini hari tadi, Minggu (13/12/2015).
Agus mengatakan, nanti pihaknya akan memperbaiki aliran drainase disitu.
"Selama ini drainase ada sih, tetapi hujan terus ini," kata Agus.
Nantinya, usai drainase diperbaiki, pihaknya akan memadatkan tanah di lokasi, baru akan memulai pengecoran lagi.
Sementara itu, Camat Cilandak, Dany Sukma, mengatakan sudah lama meributkan soal saluran air (drainase) di lokasi itu.
Menurut Dany, drainase disana banyak yang hilang sejak pembangunan.
"Soalnya dikeruk sama kontraktornya," kata Dany.
Pihaknya sudah sering mengeluhkan itu ke kontraktor dan minta lekas dibangun drainase.
"Sampai sekarang tak dibikin lagi itu drainase. Bisa kebanjiran warga disana nanti," kata Dany.
Makanya, Dany pun setuju menyebut kontraktor Tol Desari jorok. Makanya, Dia tak heran ketika tahu bahwa ada cor-coran jembatan yang rubuh akibat tanah amblas karena terlalu banyak air tergenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151213-ambruk_20151213_204918.jpg)