Nozomi Bidik SKPD dan UMKM di Indonesia
Tahun 2016, kami targetkan area cakupan Nozomi mencapai 600-700 kota/kabupaten di Indonesia.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, BEKASI - Menjadi mitra kerja pemerintah dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), membuat PT Nozomi Otomotif Indonesia terus melebarkan sayapnya. Produsen motor roda tiga ini optimis, tahun depan bakal banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Indonesia yang menggunakan produknya.
Entah digunakan untuk bidang kebersihan, perikanan, peternakan, dan pertamanan atau untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di lingkungan masyarakat.
Core Team Leader PT Nozomi Otomotif Indonesia, Joko Rismanto mengatakan, pada tahun 2015 Nozomi telah menjual produknya ke 500 kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah ini lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 250 kota/kabupaten.
"Tahun 2016, kami targetkan area cakupan Nozomi mencapai 600-700 kota/kabupaten di Indonesia. Saat ini kami tengah membidik wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua," ujar Joko saat acara Media Gathering di pabrik Nozomi di Subang, Jawa Barat, Kamis (10/12).
Joko mengungkapkan, motor yang dibandrol seharga Rp 23 juta-Rp 26 juta ini sangat cocok untuk berbagai macam jenis usaha atau pelayanan terhadap masyarakat. Dia mencontohkan, motor tersebut bisa diubah menjadi motor kedai yang menjual berbagai makanan siap saji, ambulans mini, penyimpanan ikan bagi nelayan atau penyiram tanaman.
Namun pengubahan fungsi motor tersebut, akan dikenakan biaya tambahan. Sebab PT Nozomi Otomotif Indonesia hanya menyediakan motor roda tiga yang hanya dibekali dengan bak terbuka sepanjang 180 cm atau 230 cm saja.
"Untuk pengubahan fungsi atau penambahan karoseri kendaraan disesuaikan dengan selera konsumen. Dari yang paling murah biayanya Rp 5 juta hingga Rp 30 juta," kata Joko.
Menurut dia, di tengah perekonomian Indonesia yang sedang lesu ini, penjualan Nozomi tetap mengalami peningkatan. Sejak Januari-November setidaknya sudah ada 8.400 unit yang berhasil terjual. Dia optimis, hingga akhir tahun penjualan motor bisa mencapai 9.000 unit. Angka ini, naik sebesar 20 persen dari angka tahun lalu.
Meski demikian, penjualan motor ini sebetulnya lebih bagus pada tahun 2014 lalu. Di mana saat itu, penjualannya naik hampir menembus 80 persen. "Penjualan motor tahun 2013 hanya 4.200 unit, kemudian tahun 2014 naik jadi 7.200 unit. Kenaikannya cukup pesat," jelasnya. "Tapi tahun 2016, kami targetkan penjualan mencapai 10.000 unit," tambahnya.
Naiknya penjualan motor ini, kata dia, tak pernah lepas dari usaha Nozomi yang selalu menjaga pentingnya after sales dan sparepart. Manajemen Nozomi sangat mementingkan 3S (Sales, Sparepart dan Service), sehingga konsumen yang membeli produk Nozomi tidak perlu khawatir mengenai sparepart dan service kendaraan.
Dia menyebut, seluruh komponen motor tidak hanya diimpor dari negara Tiongkok, tapi juga dalam negeri. Meski mayoritas komponen dibuat dari negara Tiongkok, namun dia memastikan teknologi motor itu dari negara Jepang.
Dia optimis, produknya diterima masyarakat karena dari komponen, Nozomi lebih unggul. Misalnya, shock breaker lebih besar dan kokoh, lapisan sasis dan karoseri lebih tebal, lampu belakang telah LED serta tenaganya lebih besar.
Presiden Direktur PT Nozomi Otomotif Indonesia, Leo Zahar menambahkan, ada empat jenis kapasitas silinder yang disematkan dalam sepeda motor tersebut. Pertama berkapasitas silinder 110 cc, kedua 150 cc, ketiga 200 cc dan terakhir 250 cc. Untuk kendaraan dengan 150 cc hingga 250 cc, telah dibekali radiator (water cooler), sehingga kinerja mesin lebih optimal. Sementara untuk kelas 110 cc tidak dibekali radiator, sehingga sistem pendinginan mesin memanfaatkan udara (air cooler).
Menurut dia, untuk jarak dekat menggunakan motor roda tiga Nozomi lebih efisian dibandingkan mobil pick up (bak terbuka). Dari penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Nozomi lebih irit serta perawatannya tidak rewel. "Satu liter bensin, Nozomi mampu melaju sejauh 30 kilometer, sedangkan mobil pick up hanya 10 km. Perawatannya pun tidak rewel dan konsumen tidak perlu khawatir soal perawatan sebab kami telah memiliki 500 bengkel," katanya.
Guna meningkatkan daya beli masyarakat, Nozomi akan melakukan berbagai langkah di tahun 2016. Misalnya, Nozomi bekerjasama dengan perusahaan pembiayaan yang mendukung program UMKM di kalangan masyarakat. Dengan uang muka (DP) sebesar Rp 2 juta, masyarakat sudah bisa membeli Nozomi dan menggunakannya sebagai kendaraan niaga. "Angsurannya juga murah hanya Rp 800.000 per bulan. Ini salah satu terobosan kami, agar kehidupan ekonomi di tengah masyarakat bisa tumbuh," jelasnya.
Berdasarkan data yang dia punya, setidaknya jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai 56,2 juta. Pertumbuhan ini, kata dia, masih kurang dalam penyediaan fasilitas berupa sarana transportasi usaha. Oleh karena itu, tahun depan setidaknya dia bisa membidik 10.000 pelaku UMKM di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151210-motor-nozomi_20151210_162222.jpg)