Breaking News:

Kebakaran

Kebakaran di Pasar Lorong 103 Koja, Kasudindamkar: Pedagang Tak Panik

Menarik sekali saat mencoba melakukan pemadaman dan pengevakuasian. Sama sekali tidak ada yang panik kok saat kejadian, kata Satriadi Gunawan

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Warta Kota, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, KOJA - Diduga karena korsleting listrik, sembilan unit pemadam berupaya menjinakkan api di Lantai II dan III Pasar lokasi binaan (Lokbin) Suku Dinas Koperasi Usaha mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (Sudin KUMKMP) di Jalan Lorong 103 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (10/12).

Menurut Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin PKP) Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, kebakaran yang merugikan hingga Rp 300 juta tersebur, tak membuat para pedagang panik saat kejadian.

"Menarik sekali saat mencoba melakukan pemadaman dan pengevakuasian. Sama sekali tidak ada yang panik kok saat kejadian. Bahkan ketegangan saat mereka mencoba melakukan pemadaman api juga todak terlihat. Justru mereka lebih rilex membantu kami," ujar Satriadi.

Satriadi mengakui, pemadaman yang dilakukan para pedagang berkat pelatihan pemadaman api dua bulan lalu.

Alhasil, pemadaman api justru bisa lebih cepat.

"Pemadaman dapat berjalan lebih cepat kala para pedagang bahu membahu bersama petugas memadamkan api di lantai II dan III gedung tersebut. Mereka menjadi lebih rileks lantaran kami pun pernah melatih mereka pada dua bulan lalu. Sehingga, ya mereka gak panik," ungkapnya.

Disinggung penyebab kebakaran, menurut Satriadi, diduga akibat adanya hubungan pendek arus listrik (korsleting listrik).

Ia pun menghimbau ke seluruh pedagang untuk tidak menggunakan stop kontak berlebihan.

Sementara salah seorang pedagang, Sutrisno (40) menuturkan dirimya mengakui program pelatihan yang diikutinya bersama Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Utara, berbuah manis.

"Ini kejadian kebakaran sudah hampir 3 kali menghadapinya. Awal memang panik, mengingat ada pelatihan membasahi karung dan menutup api itu, saya jadi gak panik. Pelatihan itu menurut saya sangat bermanfaat. Saat kejadian, beberapa pedagang berhasil menyelamatkan barang dagangan mereka. Gak panik, tenang dan saling bahu - membahu," ujar pedagang bakso ini.

Salah seorang pedagang keset dan peralatan rumah tangga lainnya, Harun (25), barang dagangan yang terbakar terbilang sedikit.

Ia mengecek hanya empat keset yang tidak berhasil ia selamatkan.

"Aman, gak rugi banyak kok pak. Soalnya saat ada pemberitahuan, para pedagang lain udah gerak cepat duluan sebelum api membesar. Kan pagi-pagi udah pada siap buka. Nah alhasil tak begitu besar kerugiannya. Namun saya kesalnya ini kejadian sering terjadi karena korsleting. Saya sih mengharapkan pihak pemerintah bisa untuk memberitahukan ke PLN agar sebisa mungkin lakukan perbaikkan dan pengecekan," paparnya. (BAS)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved