Pilkada Tangsel
Dua Paslon Pilkada Kota Tangsel Merasa Dianaktirikan
Dua pasangan kompetitor calon petahana, Airin-Davnie, mengungkapkan, selama ini merasa dianaktirikan oleh panitia Pilkada Tangsel.
WARTA KOTA, TANGERANG SELATAN - Dua pasangan kompetitor calon petahana, Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa mereka selama ini merasa dianaktirikan oleh panitia penyelenggara Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, pasangan calon nomor urut 2, Arsid - Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri; dan pasangan calon nomor urut 1, Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra mengadakan konferensi pers bersama, Kamis (10/12/2015).
Keduanya merasa dirugikan dalam pilkada tahun ini oleh pihak penyelenggara, yakni Panwaslu Kota Tangsel dan KPU Kota Tangsel.
Konferensi pers dihadiri Ikhsan-Alin beserta tim pemenangannya. Sementara kubu Arsid-Elvier hanya diwakili tim sukses mereka.
"Kami merasa dianaktirikan selama ini. Kampanye kami dibatasi. Sementara pasangan petahana boleh melakukan kampanye dengan menggunakan fasilitas Pemkot Tangsel. Kami sudah laporkan, tidak ada tindak lanjut, " ujar Ikhsan Modjo.
Ikhsan melanjutkan, 27 laporan dugaan pelanggaran pihaknya ke Panwaslu Kota Tangsel juga sampai sekarang tidak ditindaklanjuti.
"Sudah kami laporkan, tapi penanganannya tidak pernah menyentuh substansi sama sekali. Akhirnya menggantung," katanya.
Ketua tim pemenangan pasangan calon nomor urut 2, Rully Amrullah menambahkan bahwa pihaknya maupun pasangan nomor urut 1 merasa pilkada sudah berlangsung tak seimbang.
"Jika melihat dari semua laporan pelanggaran yang kami, maupun paslon nomor 1, sudah sampaikan seharusnya ada sanksi diskualifikasi bagi pasangan calon nomor 3. Tapi tidak ada putusan apapun, " kata Rully.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151209-airin-rachmi-diany-pilkada_20151209_073714.jpg)