Mohre Seharusnya Wajib Penuhi Panggilan Kejaksaan

Mohre mangkir, dia tidak memenuhi undangan Kejaksaan Agung (Kejagung), sudah empat hari dia di luar negeri.

Mohre Seharusnya Wajib Penuhi Panggilan Kejaksaan
Banjarmasin Post
Mohre dan Setya Novanto. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pengusaha Muhammad Riza Chalid (Mohre), yang disebut-sebut terlibat dalam kasus pencatutan nama Presiden, yang populer dengan sebutan Papa Minta Saham, untuk meminta saham dari PT Freeport Indonesia, magkir alias tidak hadir memenuhi pemanggilan yang dilayangkan Kejaksaan Agung.

Mangkirnya Mohre mendapatkan reaksi keras sejumlah pihak.

Menteri ESDM Sudirman Said ikut menanggapi sikap Riza tersebut.

"Ya, seharusnya warga negara yang baik mengikuti proses ya, tapi ya kita liat nanti lah," ujar Sudirman, saat ditemui di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Mohre sedianya memberikan keterangan kepada penyelidik Kejaksaan pada Senin (7/12/2015).

Namun, Mohre mangkir, dia tidak memenuhi undangan Kejaksaan.

Kejaksaan Agung mulai mengusut dugaan permintaan saham oleh Ketua DPR Setya Novanto kepada PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Unsur pidana yang didalami penyidik adalah dugaan permufakatan jahat yang mengarah ke tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). (Abba Gabrillin)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved