HIV AIDS
Ini Alasan Puluhan Sopir di Terminal Pasar Minggu Periksa Darah
Komisi Penanggulangan AIDS Jakarta Selatan melakukan pemeriksaan tes reaktif terhadap puluhan sopir angkot, PKL dan petugas di Terminal Pasar Minggu.
WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Dalam rangka memeringati hari AIDS sedunia, Komisi Penanggulangan AIDS Jakarta Selatan melakukan pemeriksaan tes reaktif terhadap puluhan sopir angkutan kota, pedagang kaki lima dan petugas di Terminal Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (8/12). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus HIV/AIDS di wilayah Jakarta Selatan.
Apalagi, mengugah masyarakat untuk memeriksakan darah terkait penyebaran virus mematikan itu sangat kurang. Sehingga, dengan pembinaan dan pemeriksaan tes interaktif itu diharapkan masyarakat kalangan menengah ke bawah bisa lebih sadar bahaya virus HIV/AIDS.
Wakil Walikota Jakarta Selatan, Irmansyah mengatakan, periksaan dilakukan dalam rangka peringatan hari AIDS Internasional yang jatuh pada setiap 1 Desember.
Namun, peringatan di Jakarta Selatan baru dilaksanakan pada Selasa (8/12/2015) di terminal Pasar Minggu.
"Kami harus memerangi AIDS karena pertumbuhannya sangat tinggi. Yuk sama-sama kita periksakan dan jangan ragu untuk cek darah kita. Saya sudah tes darah dua minggu lalu," kata Irmansyah saat memberikan pidato di Terminal Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (8/12/2015).
Pelaksanaan pemeriksaan di terminal Pasar Minggu, kata dia, dikarenakan terminal mempunyai risiko tinggi dalam penyebaran virus HIV/AIDS. Apalagi, para supir dan petugas jarang bertemu dengan keluarganya.
"Saya bersyukur kenapa pemilihan tempatnya di Terminal Pasar Minggu. Karena tempatnya tepat dan strategis. Kami punya warga sehari-hari menjadi sopir angkot, pilot Damri, pengemudi ojek dan para pedagang. Jadi mereka ngga perlu khawatir. Kalau ada catatan perlu adanya pengobatan," ungkap Irmansyah.
Irmansyah pun berinteraksi dengan salah seorang pengemudi Metromini, Uchok Sihotang (30). Menurutnya, pria asal Jatipadang itu harus memeriksakan darahnya.
"Mas pilot Metromini sudah di tes belum. Kalau belum tes dulu untuk mengetahui statusnya. Kita rahasiakan kok hasilnya," ungkap Irmansyah.
Menanggapi itu, Uchok hanya tersenyum. Dia mengaku sudah melakukan pemeriksaan darah HIV/AIDS. Karena memang dirasa cukup penting bagi keberlangsungan keluarganya.
"Sudah pak, tadi saya sudah memeriksakan darah. Insya Allah aman pak," ucap pria berambut panjang itu.
Setelah itu, Irmansyah memberikan baju berwarna merah yang berisikan sosialisasi tentang bahaya virus HIV/AIDS. Dia memesan agar dipakai dan informasi diberikan kepada masyarakat dan supir angkutan umum lainnya.
"Dipakai yah bajunya dan disebar informasi tentang pentingnya memeriksakan darah terkait penyebaran virus HIV/AID," ucapnya.
Takut
A Gani Salim (61), pengemudi bus sekolah sengaja melakukan pemeriksaan. Karena memang sangat penting. Dia mengaku awalnya was-was dan takut. Namun, untuk kepentingan bersama maka dia memberanikan diri memeriksa darah.
"Sebenarnya saya takut. Tapi, jaga kemungkinan saja. Lebih baik mencegah daripada mengobati," ucap A Gani Salim.
A Gani Salim mengatakan, belum pernah melakukan pemeriksaan darah. Namun, untuk menghindari virus HIV/AIDS perlu adanya pemeriksaan.
"Belum pernah sih kita tes. Ini karena takut terjangkit saja. Jadi menghindari ke arah sana," ucap A Gani Salim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sopir-hiv-aids_20151208_165644.jpg)