Jumat, 10 April 2026

Koran Warta Kota

Pernah Mengalami Nyeri Sendi? Bisa Fatal Jika Didiamkan

Aktivitas tinggi terhadap persendian tulang secara berlebihan bisa mengalami peradangan.

nyerisendi.org
Ilustrasi nyeri sendi 

WARTA KOTA, PALMERAH - Aktivitas tinggi terhadap persendian tulang secara berlebihan bisa mengalami peradangan.

Dampak bahayanya adalah jika saraf sampai terjepit, maka tak ada obatnya.

Nyerinya pun berkepanjangan. Solusinya pun harus dioperasi.

Beberapa aktivitas yang dapat membuat persendian meradang adalah duduk berjam-jam di kursi yang tidak empuk, tidak ada sandaran punggung dan tangan, seperti mengemudi dan mengendarai motor.

Mengetik di komputer maupun gadget dengan posisi kepala tertekuk ke bawah maupun ke atas.

Penggunaan tangan untuk bekerja tanpa ada tahanan seperti penggunaan mouse. Selain itu adalah aktivitas mengangkat beban berat.

Bila peradangan sendi terjadi maka rasa nyeri pun akan terasa, baik itu di bagian back pain maupun low back pain.

Bila di bagian back pain maka nyeri terasa di pinggang, punggung, dan leher. Sedangkan low back pain maka nyeri terasa di pinggang hingga ke tungkai kaki.

"Bila nyeri itu baru pertama kali dirasakan maka 90 persen akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun bila terus dirasakan maka diperlukan pengobatan dan terapi," kata spesialis persendian dan skoliosis MRCCC Siloam Semanggi, dr. S. Dohar A.L. Tobing SpOT, K-Spine, beberapa waktu yang lalu.

Tobing menjelaskan bila keluhan nyeri terus dirasakan hal itu bisa karena saraf terjepit. Saraf terjepit terjadi karena bantalan di persendian keluar sehingga saraf terjepit oleh tulang.

Begitu pun yang terjadi pada persendian di lutut. Bila bantalan sudah keluar, pelumas sudah berkurang maka saraf pun terjepit antara tulang.

Bila ini terjadi pada persendian lutut maka menyebabkan tulang rawannya rusak.

Operasi implant

Bila ini terjadi maka harus dilakukan operasi pemasangan implant. Implant untuk memudahkan sendi bergerak itu terbuat dari titanium.

"Bila nyeri sudah mengganggu maka harus dilakukan pemeriksaan mendalam, seperti pemeriksaan laboratorium dan investigasi dengan pemeriksaan radiologis, baik foto rontgen biasa maupun kadang juga memerlukan CT scan atau MRI. Bila terjadi saraf kejepit maka harus dilakukan operasi untuk mengurangi rasa nyeri," ujarnya.

Tobing mengatakan pasien yang dioperasi karena saraf terjepit adalah dengan memasang implant di RS Siloam telah dapat beraktivitas normal. Implant tersebut memiliki umur 15-20 tahun.

Karena itu pasien yang telah melakukan pemasangan implant diminta untuk mengurangi bobot tubuh. (dod)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved