Breaking News:

Detektif Polisi Telusuri Sebuah Jaringan Terkait Pembunuhan Akseyna, Delapan Bulan belum Terungkap

Ada jaringan yang harus ditelusuri polisi untuk menguak kasus ini.

Istimewa
Ilustrasi. Kondisi mayat yang ditemukan mengambang di danau Universitas Indonesia, Kamis (26/3/2015). 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Kasus pembunuhan Akseyna yang penuh misteri kini memasuki babak baru.

Para reserse (detektif) kriminal umum di Polda Metro Jaya mengakui sudah menemukan bukti terbaru terkait pembunuhan itu.

Selanjutnya, kini mereka juga sedang menyelidiki sebuah jaringan yang diduga terkait dengan kematian Akseyna.

"Ya, ada jaringan yang harus ditelusuri," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, Jumat (4/12/2015).

Sementara itu, ketika ditanya apakah bukti baru dan jaringan yang kini tengah ditelusuri polisi reserse didapat setelah kasus hilang dan ditemukannya kembali Al Habib Pratama (22) dalam keadaan hidup.

Dia adalah mahasiswa jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Sebelumnya, Habib menghilang pada Selasa (1/12/2015) dari rumah kosnya di kawasan Kukusan Tekhnik, Beji, Depok, atau di belakang Kampus Universitas Indonesia.

Tapi, Habib ditemukan dalam kondisi hidup, tetapi linglung dan tak ingat apapun di kawasan Srengseng, Jakarta Barat pada Jumat (4/12/2015).

Namun, Krishna menjawab tidak ada kaitannya antara bukti baru dan jaringan yang tengah ditelusuri di kasus Akseyna dengan kasus Habib. "Ini tak ada kaitannya dengan hilangnya Habib," ujar Krishna.

Kendati begitu, sebenarnya ada beberapa hal yang sama antara Habib dengan Akseyna.

Keduanya sama-sama pergi dengan meninggalkan dompet serta ponselnya di kamar kos mereka.

Kemudian, keduanya juga sama-sama meninggalkan pesan. Bedanya Akseyna meninggalkannya di secarik kertas, sedangkan Habib di catatan ponselnya.

Lalu persamaan berikutnya, keduanya sama-sama berasal dari Fakultas yang sama, yakni Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Kasus pembunuhan Akseyna yang penuh misteri sudah bergulir selama 8 bulan.

Berawal sejak Kamis (26/3/2015), dimana jenazah Akseyna ditemukan di Danau Kenanga UI dengan memakai tas berisi batu.

Polisi sempat kebingungan menentukan apakah Akseyna dibunuh atau bunuh diri.

Namun, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti kemudian menentukan bahwa Akseyna tewas akibat dibunuh.

Kasus ini jadi penuh teka-teki lantaran tak adanya saksi dan minimnya barang bukti.

Kemudian, jenazah Akseyna yang ditemukan dengan penuh luka akibat benturan tetapi hasil forensik tak bisa menentukan itu pukulan atau bukan.

Serta adanya pesan di secarik kertas yang sampai saat ini masih membingungkan apakah ditulis oleh Akseyna atau orang lain dan ada seorang rekan Akseyna yang sempat diduga sebagai pelaku, tapi memiliki alibi kuat, sehingga masih belum terungkap.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved