Breaking News:

Akhirnya, Polisi Optimis Sudah Temukan Barang Bukti Yang Bisa Ungkap Pembunuhan Akseyna

Polisi mendapatkan barang bukti yang bisa membuka tabir gelap kasus ini

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Tim dari Brimob Polda Metro Jaya dan TNI AL menyusuri dan menyelami Danau Kenanga UI mencari alat bukti kasus tewasnya mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori (18), Senin (5/10/2015). Dari dasar danau, petugas menemukam drum besi besar warna biru. Tidak jelas apakah temuan ini berguna untuk pengungkapan kasus tewasnya Akseyna atau tidak. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Polisi menemukan titik terang di kasus pembunuhan Akseyna Ahad Dori (18), Mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, mengatakan, titik terang itu didapat setelah pihaknya menemukan sebuah barang bukti terbaru.

"Titik terang ini kami dapat dari hasil penyelidikan mendalam selama beberapa bulan. Kami menemukan satu barang bukti yang mungkin bisa membuka tabir gelap kasus ini," ujar Krishna kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, Jumat (4/12/2015).

Namun, Krishna tak mau menyebut barang bukti itu.

"Barang buktinya belum bisa disampaikan ke publik," ujar Krishna kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, Jumat (4/11/2015) malam.

Sebab, ucap Krishna, pihaknya akan merangkai barang bukti baru itu dengan berbagai petunjuk lain yang telah didapat sebelumnya oleh polisi.

Kasus pembunuhan Akseyna yang penuh misteri sudah bergulir selama 8 bulan.

Berawal sejak Kamis (26/3/2015), dimana jenazah Akseyna ditemukan di Danau Kenanga UI dengan memakai tas berisi batu.

Polisi sempat kebingungan menentukan apakah Akseyna dibunuh atau bunuh diri.

Namun, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti kemudian menentukan bahwa Akseyna tewas akibat dibunuh.

Kasus ini jadi penuh teka-teki lantaran tak adanya saksi dan minimnya barang bukti.

Kemudian, jenazah Akseyna yang ditemukan dengan penuh luka akibat benturan tetapi hasil forensik tak bisa menentukan itu pukulan atau bukan.

Serta adanya pesan di secarik kertas yang sampai saat ini masih membingungkan apakah ditulis oleh Akseyna atau orang lain.
Terakhir, adanya seorang rekan Akseyna yang sempat diduga-duga sebagai pelaku, tetapi memiliki alibi kuat.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved