Breaking News:

Koran Warta Kota

Sebelum Jatuh, Pilot Air Asia Teriak 'Pull Down Pull Down'

Retakan solder itu menyebabkan kelistrikan di area belakang putus-nyambung hingga menimbulkan problem fatal pada bilah kemudia

Editor: Dian Anditya Mutiara
Kompas.com
Pesawat Air Asia. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Retakan pada solder rangkaian elektronik dibawah, menjadi penyebab jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura pada 28 Desember 2014.

Retakan solder itu menyebabkan kelistrikan di area belakang putus-nyambung hingga menimbulkan problem fatal pada rudder travel limiter (RTL) atau bilah kemudi yang terletak di bagian ekor vertikal pesawat.

Gangguan komponen di bagian ekor pesawat tersebut dijelaskan Ketua Sub Komite Kecelakaan Pesawat Udara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kapten Nurcahyo Utomo pada jumpa pers di KNKT Jakarta Pusat, Selasa (1/12).

"Ada satu komponen yang mengalami gangguan. Kami bawa ke Perancis dan ditemukan solder yang mengalami keretakan yang berada di bagian ekor," katanya.

Nurcahyo menduga, retakan terjadi karena perbedaan suhu yang ekstrim. Saat pesawat di bandara, bagian ekornya terpapar cahaya matahari sehingga bisa menjadi sangat panas.

Sementara saat pesawat berada di ketinggian, udara di sekelilingnya bisa menjadi sangat dingin, bahkan bisa di bawah 50 derajat celsius.

"Perubahan suhu yang ekstrim itu berkontribusi pada keretakan solder rangkaian elektronik," katanya.

Pull down

KNKT juga menemukan pembicaraan yang membingungkan antara pilot dan kopilot. Pembicaraan tersebut terekam dalam cockpit voice recorder (CVR).

Nurcahyo mengatakan, pembicaraan tersebut terjadi beberapa saat sebelum pesawat mengalami upset condition dan stall atau kehilangan daya terbang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved