Mahasiswa Papua Kibarkan Bintang Kejora di Jakarta

Kini di Polda Metro Jaya ada 3 kelompok mahasiswa Papua yang terpecah.

Mahasiswa Papua Kibarkan Bintang Kejora di Jakarta
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Salah satu mahasiswa Papua yang diduga terkena pukulan polisi saat kericuhan di depan Menara BCA, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015). Namun, Dia tak sadar siapa yang memukuli dirinya, sebab dia tak bisa melihatnya. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Polisi membubarkan aksi mahasiswa Papua yang membawa bendera bintang kejora di Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Koordinator Aksi, Abbidouw (18), mengatakan, mereka melakukan aksi 'Free West Papua' pada hari ini, lantaran merupakan hari dideklarasikannya Negara Papua Barat, 62 tahun lalu.

Bahkan pembubaran massa oleh polisi di depan Menara BCA di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, berakhir dengan kericuhan.

Polisi sempat melepas gas air mata ke arah mahasiswa Papua disana. Mahasiswa kocar-kacir, lalu. beberapa terlibat baku pukul sampai kepalanya luka-luka.

Kini sebanyak 135 mahasiswa yang terlibat kericuhan dan membawa bintang kejora dibawa ke Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan didata.

Sedangkan bendera Bintang Kejora yang mereka kibarkan sambil berjalan ke Istana Negara dari Jalan Jenderal Sudirman disita polisi.

Kini di Polda Metro Jaya ada 3 kelompok mahasiswa Papua yang terpecah.

Satu kelompok sebanyak 135 yang terlibat kericuhan dengan polisi di menjalani pendataan di Subdit Resmob.

Kemudian 1 kelompok lainnya sebanyak 22 mahasiswa juga menjalani pemeriksaan di Subdit Resmob.

Kelompok ini memukuli polisi di sebuah SPBU di dalam tol saat sedang hendak menuju Jakarta untuk berkumpul dengan massa lainnya.

Sedangkan 1 kelompok lainnya berjumlah sekitar 100 orang yang datang belakangan ke Polda Metro Jaya memilih duduk di pinggir lapangan Sepakbola Polda Metro Jaya.

Mereka datang untuk menunggu pelepasan rekan-rekannya yang sedang didata polisi.

Kabagops Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martuani Sormin, membenarkan terkait massa yang membawa bendera bintang kejora maupun atribut bintang kejora lainnya saat aksi.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengatakan, akan melepaskan mahasiswa yang terlibat kericuhan dan membawa bendera Bintang Kejora di depan Menara BCA usai didata.

"Namun, untuk mahasiswa yang memukuli polisi di SPBU, apabila terbukti bersalah maka akan kita proses hukum," ujar Krishna kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com di Polda Metro Jaya, siang ini.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved