Selasa, 7 April 2026

Pilkada Depok

Ini Alasan Hersong Mundur dari Ketua Tim Relawan Dimas-Babai

Hery Hersong Prasetyo secara resmi mundur dari jabatannya sebagai Ketua Tim Relawan Dimas-Babai, yang mengkomandoi ribuan relawan pendukung.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Dua pasangan calon yang akan berlaga di Pillkada Depok, usai melakukan pengundian nomor urut dalam rapat pleno KPU Depok di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Selasa (25/8/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Hery Hersong Prasetyo secara resmi mundur dari jabatannya sebagai Ketua Tim Relawan Dimas-Babai, yang mengkomandai ribuan relawan pendukung Dimas-Babai dari 74 elemen di Kota Depok.

Pendiri lembaga swadaya masyarakat (LSM) Hersong Institute itu mengundurkan diri pada Senin (30/11/2015) malam, di depan Calon Walikota Depok, Dimas Oky Nugroho, dan sejumlah pengurus serta kader parpol pengusung Dimas-Babai.

Hery dipilih ditunjuk sebagai Ketua Tim Relawan Dimas-Babai sejak September 2015 lalu.

Kini Tim Relawan Dimas-Babai dipimpin oleh Presidium Relawan yang terdiri dari para kader dan pengurus parpol pengusung Dimas-Babai.

Hery mengatakan ada sejumlah alasan mengapa dirinya mundur sebagai Ketua Tim Relawan Dimas-Babai.

"Namun alasan utamanya karena program para relawan yang saya ajukan untuk memenangkan Dimas-Babai tidak direspon dan tidak disetujui oleh pasangan calon untuk dilakukan," kata Hery kepada Warta Kota, Selasa (1/12/2015).

Program yang digagasnya itu, kata Hery, adalah sosialisasi door to door yang dilakukan ribuan relawan atas visi misi Dimas-Babai yang menawarkan perubahan ke arah lebih baik, bagi warga Kota Depok.

"Para relawan siap melakukan itu, namun paslon tidak meresponnya," kata Hery.

Menurutnya program sosialisasi door to door itu akan menjadi kunci kemenangan Dimas-Babai.

"Memang butuh budget, tapi tidak sebesar budget jika mengadakan acara besar lainnya," kata Hery.

Karena program utamanya itu tidak direspon dan disetujui oleh Dimas dan Babai, kata Hery, ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Tim Relawan Dimas-Babai.

"Saya lihat, semakin ke sini, sosialisasi yang dilakukan Dimas dan Babai ke masyarakat, sifatnya sporadis saja dan tanpa arah. Karenanya saya pesimis Dimas-Babai menang," kata Hery.

Menurut Hery, optimisme yang dibangunnya untuk memenangkan Dimas-Babai bisa dicapai jika program sosialisasi door to door yang diajukannya dijakankan.

"Tanpa itu, saya tidak punya optimisme memenangkan Dimas-Babai. Karenanya saya memutuskan mundur sebagai Ketua Tim Relawan," kata Hery.

Sebab, menurut Hery, dirinya ingin berada di pihak yang menang di Pilkada Depok 2015 ini, agar bisa ikut bekerja untuk masyarakat banyak.

"Saya tak mau di pihak yang kalah. Dengan saya mundur, maka saya tak pusing lagi dengan menang kalah itu," kata Hery.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved