Aktivitas Perdagangan Hewan Langka Terhenti

Aktivitas perdagangan hewan langka oleh berbagai sindikat, terhenti sementara usai polisi mengungkap sindikat pedagang beruang madu dan Macan Dahan

Aktivitas Perdagangan Hewan Langka Terhenti
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Hewan langka elang di sangkar. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Aktivitas perdagangan hewan langka oleh berbagai sindikat, terhenti sementara usai polisi mengungkap sindikat pedagang beruang madu dan Macan Dahan, beberapa waktu lalu.

Kasubdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Adi Vivid, memastikan hal itu ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (30/11).

"Soalnya kan kemarin kami siarkan ke media. Sindikat itu jadi tahu semua sepertinya," kata Adi.

Adi pun memastikan itu dengan cara meminta timnya untuk menyamar kembali menjadi pembeli ke sindikat-sindikat perdagangan hewan langka lainnya yang masih memasang iklan di internet.

Hasilnya, ucap Adi, tak satupun sindikat menanggapi orderan dari polisi yang menyamar.

"Tak mau melayani orderan mereka (sindikat)," kata Adi.

Namun, Dia yakin itu hanya sementara, setelah reda nantinya mereka akan beroperasi lagi.

Tapi Adi berjanji polisi akan terus menyelidiki dan meringkus kelompok pedagang satwa langka ini.

Sebelumnya, polisi meringkus 2 sindikat penjual satwa langka pada 17 November 2015.

Polisi mendapat barang bukti berupa 1 ekor macan dahan,1 ekor beruang madu,dan beberapa burung. Cendrawasi, serta Owa Jaya.

Sindikat yang diringkus polisi itu, yakni sindikat yang memiliki hubungan dengan sindikat pedagang hewan langka luar negeri.

Makanya kelompok itu cenderung menyelundupkan hewan-hewan langka ke luar negeri, terutama ke Timur Tengah.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved