Breaking News:

Penumpang KRL Nilai Penghapusan Free Out Mengada-ada dan Merugikan Konsumen

"Itu merugikan untuk penumpang, misalnya kalau lagi menunggu kereta, ternyata toiletnya ada di luar area, tap out itu bayar, nanti masuk, merugikan.

Tribunnews.com
Para penumpang antre tiket KRL di Stasiun Bogor, mereka sangat dirugikan kalau fasilitas keluar masuk stasiun yang sama meski tidak berpergian, dihapus. 

WARTA KOTA, SAWAH BESAR -- Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line (CL) menilai, rencana PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menghapus fasilitas free out adalah hal yang merugikan mereka.

Pasalnya, para penumpang ini, selama ini sudah merasakan, manfaat yang diterima dari penghapusan fasilitas keluar masuk gate gratis di bawah waktu satu jam tersebut.

Dian Riski (24), salah satu penumpang reguler  CL relasi Depok-Jakarta menganggap penghapusan free out membuatnya kesulitan.

"Itu merugikan untuk penumpang, misalnya kalau lagi menunggu kereta datang terus tiba-tiba pingin ke toilet, ternyata toiletnya ada di luar area steril kita harus ke luar dulu, tap out itu bayar, nanti masuk lagi. Merugikan," katanya kepada Wartakotalive.com, Senin (30/11/2015) di Stasiun Juanda.

Dian mengatakan, alasan yang dikemukakan PT KCJ menghapus fasilitas free out mengada-ada.

"Mana mungkin orang bisa naik kereta keluar masuk stasiun secara gratis, kan kita semua tahu di stasiun itu penjaganya banyak sekali," katanya.

Ia beranggapan, alasan PT KCJ bahwa ada segilintir penumpang yang memanfaatkan fasilitas free out untuk naik kereta gratis hanya alasan yang dibuat untuk bisa segera menghapus fasilitas tersebut.

Menurut perempuan berkerudung itu, seandainya memang ada penumpang yang memanfaatkan fasilitas free out untuk naik kereta gratis yang harus dilakukan PT KCJ adalah mengetatkan penjagaan.

"Kalau memang ada, seharusnya yang dilakukan adalah mengetatkan penjagaannya. Petugas itukan tugasnya untuk membantu, buat apa petugas sebanyak itu kalau masih bisa kecolongan," cecarnya.

Senada, penumpang lainnya Mia (25), mengungkapkan dengan dihapusnya fasilitas free out dirinya tidak akan bisa lagi berbelanja di minimarket yang letaknya di luar area steril.

"Seringnya saya naik kereta dari Cawang, di Cawang itu ada minimarket di luar area steril. Kalau free put dihapuskan, nanti penumpang kesulitan. Apalagi, menunggu kereta kan enggak menentu. Kadang lama, penumpang kalau haus biar bisa ke luar beli minum," jelasnya.

Sementara, Faisal (24), mengaku tidak keberatan dengan penghapusan fasilitas free out. "Buat saya sih kayaknya nggak ada dampaknya. Nggak untung atau rugi juga sih," katanya. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved