Persija Jakarta
Calon Ketum Persija Dede Sulaiman Direstui Gubernur DKI
Dede Sulaiman makin serius untuk bersaing di bursa pemilihan Ketua Umum Persija Jakarta periode 2015-2019.
WARTA KOTA, PALMERAH - Dede Sulaiman makin serius untuk bersaing di bursa pemilihan Ketua Umum Persija Jakarta periode 2015-2019.
Legenda Macan Kemayoran itupun mendapat restu dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Dede sudah memaparkan visi dan misinya di kantor Gubernur DKI Jakarta, Balaikota, Jakarta, Jumat (27/11).
Orang nomor satu di pemerintahan provinsi DKI itu pun dinilai antusias mendukungnya.
"Saya sudah bertemu dengan Pak Ahok. Beliau sangat antusias dengan gagasan saya dan menyatakan siap mendukung. Dengan catatan, benar-benar melakukan pembenahan serius di Persija," kata Dede Sulaiman yang dihubungi Super Ball, Kemarin.
Ahok, lanjut Dede, ternyata punya kegelisahan yang dirasakan para
pencinta Persija. Mantan Bupati Belitong Timur itu prihatin dengan
prestasi tim Ibu Kota yang makin menjauh dari titel juara.
"Beliau mau nonton Persija di level tinggi. Bukannya menonton klub
daerah lain di Jakarta seperti final Piala Presiden (Persib Bandung vs
Sriwijaya FC) kemarin. Dia juga meminta adanya pembenahan di tataran manajemen Persija," ujar Dede.
Dede akan bersaing dengan mantan Ketua Umum Persija Ferry Paulus di bursa pemilihan.
Keduanya akan bersaing dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang akan digelar pada 12 Desember 2015.
Adapun tiga bakal calon lainnya, yakni Harvick Hasnul Qolbi, Effendi Gazali, dan Kusheri Hapsari dinyatakan gugur karena belum mengembalikan formulir hingga tenggat waktu yang ditetapkan (27/11).
Dede Sulaiman merupakan produk asli Jakarta yang dibina dari klub
internal Persija, PS Angkasa.
Kariernya mencuat saat membela Persija U-18 yang sukses menjuarai Piala Suratin pada tahun 1974.
Karier sepak bolanya semakin meroket setelah naik jenjang ke tim
senior dan sukses menyumbangkan gelar bagi Persija di kompetisi PSSI pada tahun 1978-79.
Ia juga menjadi andalan timnas Indonesia dan nyaris mengantarkan skuad Merah-Putih ke Piala Dunia 1986, jika tim asuhan Sinyo Aliandoe itu tidak dikalahkan Korea Selatan 1-4 di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 30 Juli 1985. (JUN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150515sofyan-hadi-alami-kelainan-hati_20150515_183615.jpg)