Dulu Dipuja, Lasro Marbun Dicopot Juga oleh Ahok karena Korupsi
Lasro merupakan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Selain pengadaan UPS, ada pula pengadaan scanner serta perangkat canggih lain.
PALMERAH, WARTA KOTA —Nama Lasro Marbun pernah dipuji-puji Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, namun kini Lasro justru dicopot dari jabatannya.
Ahok mencopot Lasro Marbun dari jabatannya sebagai Inspektur DKI.
Sebelumnya, Lasro mendapat pujian dari Ahok karena menemukan pemborosan di Dinas Pendidikan mencapai Rp 3,4 triliun.
"Pasti saudara bertanya-tanya kenapa saya mengganti Lasro dan Pak Andi Baso," kata Basuki, di Balai Kota, Jumat (27/11/2015).
Basuki mengatakan, Lasro merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan perangkat uninterruptible power supply (UPS) pada APBD-P 2014.
Kasus UPS mencuat beberapa waktu lalu bahkan sudah menjadikan pejabat DKI dan anggota DPRD DKI sebagai tersangka.
Saat pembelian perangkat itu, Lasro merupakan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Selain pengadaan UPS, ada pula pengadaan scanner serta perangkat canggih lainnya untuk pendidikan.
Selain Lasro, Basuki juga mencopot jabatan Andi Baso Mappapoleonro.
Saat pelaksanaan program siluman, Andi Baso merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI.
"Kemarin waktu saya diperiksa di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), ada kecenderungan mereka (auditor BPK) berpikir saya memberi jabatan ke mereka karena saya takut dan seolah-olah saya melindungi mereka. Makanya, sekarang saya mau buktikan, hari ini saya copot saja," kata Basuki.
Kini Inspektur DKI dijabat oleh Meri Ernahani dan Kepala BPLHD DKI dijabat oleh Junaedi S.