Kecelakaan

Pintu Kereta Tiba-tiba Menutup, Mahasiswi Ini Terpelanting

Agnes Normaida (26), Mahasiswi spesialis keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju Lenteng Agung, terpelanting saat akan naik kereta.

Warta Kota/eko priyono
Ilustrasi : Sejumlah penumpang terlihat keluar dari gerbong KRL Commuter Line jurusan Bogor-Jatinegara yang tersendat di sinyal masuk Stasiun Manggarai buntut anjloknya KRL Commuter Line jurusan Bekasi-Jakarta Kota dengan nomor KA 1387 di jalur tiga Stasiun Manggarai, Rabu (19/8) sore. 

WARTA KOTA, DEPOK - Apes benar nasib Agnes Normaida (26). Mahasiswi spesialis keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (Stikom) Lenteng Agung ini terpelanting ke belakang.

Gara-garanya, saat hendak naik ke dalam kereta commuter line jurusan Jakarta di Stasiun KA Bogor, pintunya menutup tiba-tiba. Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Rabu (25/11/2015) sekitar pukul 15.30.

Tubuh Agnes yang terpelanting sekitar 2 meter, terjerembab ke lantai peron stasiun. Kepalanya juga sempat terbentur ke lantai. Agnes lalu ditolong sejumlah petugas stasiun KA yang ada di sana.

Mahasiswi yang tinggal di Sukamaju, Cilodong, Depok itu, lalu dilarikan ke klinik di Stasiun KA Bogor. Ia mendapatkan perawatan yang cukup baik.

Untuk memastikan kondisi Agnes baik-baik saja, ia dibawa petugas kereta api ke RS PMI Bogor untuk diperiksa menyeluruh.

Beruntung tidak ada luka serius yang dialami Agnes. Ia hanya mengalami pegal-pegal dan sedikit memar di tubuhnya. Namun kondisi psikologisnya cukup trauma.

Ayah Agnes, Robino Hutapea, menuturkan, walau anak pertamanya itu tidak mendapat luka serius, ia berharap peristiwa ini tidak terulang lagi ke penumpang lainnya.

Sebab menurut Robino, peristiwa yang menimpa anak pertamanya itu diduga murni kelalaian manajemen PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ).

Sebab, kata dia, semestinya di setiap pintu gerbong kereta di bagian tertentu, ada petugas yang berjaga.

"Namun saat kejadian menimpa anak saya, tidak ada petugas yang berjaga di sana. Padahal itu seharusnya menjadi SOP PT KCJ dalam pelayanannya," kata Robino kepada Warta Kota, Kamis (26/11/2015).

Menurut Robino, karena tidak adanya petugas, tak ada yang memberitahu atau menginformasikan jika pintu kereta akan menutup, saat anaknya hendak naik ke dalam gerbong kereta commuter.

"Untungnya, kaki atau tangan anak saya tidak terjepit saat pintu menutup tiba-tiba. Tapi anak saya sepertinya terkejut sehingga terpelanting ke belakang. Ia sampai jatuh ke lantai peron," kata pria yang berprofesi sebagai jurnalis di harian nasional itu.

Ia menjelaskan dirinya mengapresiasi petugas stasiun yang sigap dan langsung membawa anaknya ke klinik di stasiun.

"Petugas juga membawa anak saya ke RS PMI untuk diperiksa lebih jauh termasuk CT Scan. Untungnya tak ada luka serius. Saya berterimakasih pada petugas KCJ untuk itu," kata Robino.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved