Kampus UI Tolak Berikan Sanksi terhadap Dosen Terkait Kematian Akseyna

Jawaban pihak Universitas Indonesia atas beberapa permintaan keluarga Akseyna Ahad Dori, mahasiswa UI korban pembunuhan, dinilai mengecewakan.

Kampus UI Tolak Berikan Sanksi terhadap Dosen Terkait Kematian Akseyna
Budi Sam Law Malau
Tim dari Brimob Polda Metro Jaya dan TNI AL menyusuri dan menyelami Danau Kenanga UI mencari alat bukti kasus tewasnya mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori (18), Senin (5/10/2015). Dari dasar danau, petugas menemukam drum besi besar warna biru. Tidak jelas apakah temuan ini berguna untuk pengungkapan kasus tewasnya Akseyna atau tidak. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Tanggal 6 September 2015 lalu Ayah Akseyna, Kolonel Mardoto mengirim surat ke pihak Universitas Indonesia (UI).

Isinya meminta beberapa hal untuk dilakukan terkait kematian anaknya.Tapi jawaban dari UI lewat surat pada 5 Oktober 2015 dinilai mengecewakan.

Mardoto mengatakan, ada 3 permintaan dari keluarga di surat itu. Pertama, keluarga meminta pendampingan hukum dari pihak kampus.

Kedua, keluarga meminta kampus membuat tim investigasi internal.

Dan ketiga, keluarga melaporkan sikap seorang dosen wanita yang kerap berkicau di twitter dengan nada tendensius dan cenderung menyakiti hati keluarga. Keluarga meminta dosen itu diberikan sanksi.

Mardoto yakin mereka yang kerap mengikuti perbincangan di twitter #akseyna tahu dosen yang dikeluhkan dan dilaporkan Mardoto.

"Tapi jawaban dari surat balasannya pihak UI mengecewakan kami (keluarga)," kata Mardoto ketika dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (26/11/2015) pagi.

Untuk permintaan pertama, kata Mardoto, pada intinya pihak UI tak mau memberi pendampingan hukum bagi keluarga.

Kemudian untuk permintaan kedua, ujar Mardoto, pihak UI tak mau membentuk tim investigas internal.

"Mereka menyebut menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke polisi. Padahal seperti yang dilakukan Kampus Atma Jaya kan baik itu kemarin saat ada mahasiswanya meninggal, lalu dibentuk tim investigasi internal," kata Mardoto.

Sedangkan untuk laporannya terkait dosen yang berkicau dengan ujaran tendensius di twitter, pihak UI menjawab dengan tak jelas.

Pihak kampus hanya menyebut ada mekanisme untuk pemberian sanksi terhadap dosen. Mardoto menyimpulkan itu sebagai penolakan pemberian sanksi.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved