Bila Jenazah Kaku dan Berat, Ini yang Diucapkan Tukang Mandikan Jenazah

Salah satu profesi yang langka saat ini adalah menjadi tukang mandi jenazah (mayat).

Bila Jenazah Kaku dan Berat, Ini yang Diucapkan Tukang Mandikan Jenazah
Warta Kota
Ilustrasi mayat 

WARTA KOTA, MANADO -- Salah satu profesi yang langka saat ini adalah menjadi tukang mandi jenazah (mayat).

Salah satu orang yang menekuni profesi ini adalah seorang ibu rumah tangga, Syeni.

Selain sebagai penjual gorengan dan memiliki warung sembilan bahan pokok di Kota Tondano, Sulawesi Utara, Syeni sudah puluhan tahun menggeluti profesi yang dianggapnya mulia.

"Bagi saya memandikan jenazah dan profesi ini memiliki upah besar di surga," katanya saat berbincang dengan Tribun Manado.

Ibu yang memiliki empat cucu ini mengatakan, jika ada yang meninggal di kampungnya, orang kampung langsung memanggil dirinya untuk meminta tolong memandikan jenazah.

"Biasanya mereka langsung hubungi saya kalau ada yang meninggal," katanya.

Dikatakan Syeni, untuk jasa memandikan jenazah biasanya pihak keluarga memberikan upah kepadanya.

"Bukannya meminta agar ada yang meninggal, tapi jika ada yang meninggal saya dapat uang dari memandikan mayat, tapi tergantung bagi keluarga. Saya tidak memasang tarif," ujarnya.

Syeni menambahkan, selain memandikan jenazah, dia memiliki usaha menjual gorengan keliling dan usaha warung di kediamannya di Tondano Kecamatan Tondano Selatan.

"Biasanya selesai memandikan mayat dan dikasih pakai pakaian, mayat dalam keadaan mengeras dan berat. Saya dan keluarga dari jenazah membisikkan di telinga 'seperti torang bilang ba lombo-lombo neh tu badan kong ba bagus-bagus dang'. Badannya dilemaskan baik-baik ya," jelas Syeni.

Selain memandikan dan memberikan pakaian, Syeni juga merias mayat tersebut.

"Tergantung dari keluarga kalau mereka mau saya rias atau dari pihak keluarga yang merias," tambahnya.

Syeni mengaku tidak takut memandikan mayat.

"Kenapa takut, kan sudah meninggal," katanya. (Fer)

Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Tibun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved