Korupsi UPS

Wow, Ahok dan Lulung Sama-sama Memberikan Doa

Menurut Ahok, yang berhak menentukan dirinya menjadi tersangka dalam suatu kasus itu pihak kepolisiaan.

Wow, Ahok dan Lulung Sama-sama Memberikan Doa
Kompas.com
Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lulung Lunggana menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan jadi tersangka terkait kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di Dinas Pendidikan yang menelan anggaran miliaran rupiah.

Disebut Lulung akan menjadi tersangka, pria yang akrab disapa Ahok itu malah mendoakan Lulung terpilih jadi Gubernur DKI menggantikan dirinya pada 2017 mendatang.

"Saya doain Pak Lulung itu, panjang umur, sehat, supaya saya lihat dia terpilih jadi Gubernur," ujar Ahok di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (25/11).

Ahok enggan menanggapi pernyataan Lulung yang begitu yakin Ahok akan menjadi tersangka.

Menurut Ahok, yang berhak menentukan dirinya menjadi tersangka dalam suatu kasus itu pihak kepolisiaan.

"Kalau memang aku yang bertanggungjawab, pasti dalam investigasi saya dipanggil," imbuhnya.

Sebelumnya Lulung menyebut Ahok akan ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu diucapkannya setelah menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, hari ini, Rabu (25/11).

"Ahok sudah dapat diduga menjadi tersangka kasus UPS. Karena dia bertanggungjawab dari semua," ujar dia.

Seperti diketahui, dalam kasus pengadaan UPS pada APBD-P 2014, Bareskrim telah menetapkan empat tersangka.

Yaitu dua tersangka dari pihak eksekutif, Alex Usman dan Zaenal Soleman.

Alex diduga melakukan korupsi saat menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat.

Sementara, Zaenal Soleman saat menjadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Sedangkan, dua tersangka lainnya dari pihak DPRD, yaitu Muhammad Firmansyah dari fraksi Partai Demokrat. Lalu, Fahmi Zulfikar dari fraksi Partai Hanura.

Keduanya, diduga terlibat dalam kasus UPS saat sama-sama menjabat di Komisi E DPRD DKI Periode 2009-2014. (Dennis Destryawan)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved