Tenis

Novak Djokovic Bidik Kejayaan di Brasil 2016

Novak Djokovic menutup musim yang luar biasa dengan menekuk Roger Federer 6-3, 6-4 saat menjuarai ATP World Tour Finals, Senin (23/11) WIB.

Novak Djokovic Bidik Kejayaan di Brasil 2016
Reuters/Antara
Petenis Serbia Novak Djokovic. 

WARTA KOTA, LONDON - Novak Djokovic menutup musim yang luar biasa dengan menekuk Roger Federer 6-3, 6-4 saat menjuarai ATP World Tour Finals, Senin (23/11) WIB.

Itu menjadi gelar ATP World Tour Finals kelimanya sejak terjun ke panggung tenis internasional tahun 2003. Sebelumnya, Djo­kovic juara di tahun 2008, 2012, 2013, dan 2014.

Torehan di ATP World Tour Finals semakin terasa istimewa karena dalam 45 tahun penyelenggaraan turnamen, Djokovic merupakan pemain pertama yang bisa juara empat kali berturut-turut (2012 hingga 2015).

Petenis asal Serbia ini memang gemilang sepanjang 2015. Sebelum ke London-lokasi ATP World Tour Finals berlangsung-Djokovic mengunci tiga dari empat gelar turnamen level Grand Slam yakni Australia Terbuka, Wimbledon, dan Amerika Serikat (AS) Terbuka.

Uniknya, Djokovic juga mengalahkan Federer di Wimbledon serta AS Terbuka. Kekecewaan tunggal petenis berusia 28 tahun ini hanyalah ketika kalah dari Stanislas Wawrinka di final Perancis Terbuka.

“Tentu saja berada di sini, dengan trofi (ATP World Tour Finals) bersama saya, tak mungkin mengharapkan finis yang lebih baik dari ini semua. Saya tak pernah mengharapkan ini semua terjadi tetapi saya selalu memberikan yang terbaik dan menutut diri ini selalu lebih baik,” kata Djokovic dilansir Reuters.

Selepas ATP World Tour Finals, petenis nomor satu dunia itu berencana liburan sebelum menatap musim 2016.

Target utama dirinya tahun depan adalah menjuarai Perancis Terbuka, turnamen yang belum pernah ia menangi, dan membidik medali emas nomor tunggal pertama di Olimpiade Brasil. Di Olimpiade 2008, Djokovic cuma meraih medali perunggu.

“Roland Garros (Perancis Terbuka) selalu menjadi tantangan terbesar saya setiap tahunnya. Tetapi (tahun depan) juga ada Olimpiade yang berlangsung empat tahun sekali. Saya pikir, dua kejuaraan itulah yang terpenting di tahun depan,” tegasnya.

Sementara itu, Federer mewanti-wanti agar Djokovic tak larut dalam euforia. Mantan petenis nomor satu dunia itu menyebut sangat sulit mengulangi pencapaian memesona di satu tahun ke tahun berikutnya.

“Perbedaan di level top sangat tipis. Tahun ini Novak begitu mengagumkan. Rafael (Nadal) pernah melakukannya saya pun demikian. Kami semua tahu adalah sangat sulit untuk selalu berada di performa teratas. Membutuhkan banyak usaha terutama fisik. Secara mental, Anda juga harus menjaganya sepanjang waktu,” ulas petenis berusia 34 tahun tersebut. (eko)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved