Nadiem Persilakan Driver Go-Jek yang Tak Suka Kebijakannya Out

Menurut Nadiem, masih banyak orang yang berminat menjadi driver Go-Jek.

Nadiem Persilakan Driver Go-Jek yang Tak Suka Kebijakannya Out
Oik Yusuf/Kompas.com
Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut. 

WARTA KOTA, PAMULANG - Beberapa waktu belakangan ini Go-Jek sedang diterpa isu disharmoni antara driver dengan manajemen PT Go-Jek Indonesia terkait dengan penurunan tarif.

Pendiri sekaligus CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, tidak senang dengan hal itu.

Nadiem pun mempersilakan para driver yang tidak setuju dengan kebijakannya untuk keluar alias melepas kemitraannya dengan perusahaan ojek berbasis aplikasi itu.

Menurut Nadiem, masih banyak orang yang berminat menjadi driver Go-Jek.

"Kalau mau keluar silakan, puluhan ribu orang lainnya ngantre masuk Go-Jek," bilang Nadiem di sela-sela kegiatan safety riding untuk para driver Go-Jek di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (24/11).

Sejak 2 November lalu, manajemen Go-Jek memang memberlakukan kebijakan penurunan tarif dan bonus. Tarif jarak perkilometer yang sebelumnya Rp 4.000 kini menjadi Rp 3.000 perkilometer.

Tak hanya itu, bonus Rp 50.000 perhari yang sebelumnya didapat tiap lima poin, kini berubah menjadi delapan poin.

Akibat kebijakan itu, para driver protes karena mengklaim pendapatan mereka turun hingga 30 persen dibandingkan saat sebelum munculnya kebijakan itu.

Sempat pula ada pesan berantai berisi ajakan melakukan mogok massal.

Namun, Nadiem bergeming. Lelaki lulusan Harvard Business School itu mengatakan bahwa kebijakannya sangat rasional.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved