Korupsi UPS

Dua Anggota DPRD DKI Tersangka Kasus UPS Diperiksa Intensif

Selain itu, penyidik juga memintai keterangan dari mantan Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan politisi Partai Demokrat.

Dua Anggota DPRD DKI Tersangka Kasus UPS Diperiksa Intensif
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Petugas melalukan penjagaan di pintu masuk gedung Bareskrim. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Penyidik Subdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri kembali memeriksa dua anggota DPRD DKI Fahmi Zulfikar dan Firmansyah pada Selasa (24/11).

Selain itu, penyidik juga memintai keterangan dari mantan Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan politisi Partai Demokrat.

Mereka diperiksa penyidik Bareskrim sebagai tersangka kasus uninterruptible power supply (UPS) pada APBD-P DKI Jakarta 2014 yang merugikan keuangan negara sekira Rp 50 miliar.

Sejak pukul 10.00 di Gedung Bareskrim Polri, penyidik memeriksa mereka.

"Ada 2 orang yaitu FZ dan F yang diperiksa hari ini oleh penyidik Bareskrim," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/11).

Agus mengatakan saat ini kedua tersangka Firman dan Fahmi sudah hadir penuhi panggilan penyidik Bareskrim. Kini, keduanya sedang menjalani pemeriksaan. Belum diketahui, hasil dari pemeriksaan tersebut.

"Keduanya sudah hadir dan sedang menjalani pemeriksaan," ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Fahmi Zulfikar, Ilal Ferhard mengatakan mantan Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan juga ikut diperiksa dalam kasus tersebut," kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim menetapkan Fahmi Zulfikar dan M. Firmansyah sebagai tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) pada APBD-P DKI Jakarta 2014.

Dengan demikian ada empat orang yang telah ditetapkan tersangka dalam perkara itu, setelah Alex Usman dan Zaenal Soleman telah lebih dulu berstatus tersangka atas kasus itu.

"Sudah tersangka FZ (Fahmi Zulfikar) dan MF (M. Firmansyah),setelah melalui gelar perkara," kata Kepala Bagian Analisa dan Evaluasi Bareskrim Polri Komisaris Besar Pol. Hadi Ramdani di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin 16 November 2015.

Fahmi Zulfikar merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura, sementara M. Firmansyah, mantan anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat. Kedua tersangka pernah menjabat anggota DPRD DKI periode 2009-2014.

Hadi mengatakan untuk peran tersangka masih didalami penyidik, tapi menurut dia penetapan ini dilakukan karena mereka diduga turut serta dalam kasus yang merugikan negara lebih dari Rp50 miliar ini.(bin)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved