Breaking News:

Ditelepon Tiga Kali Tak Diangkat Bawahan Dimarahi Kapolda Kaltim

Terlebih lagi, Kapolda harus tiga kali menelpon untuk diangkat bawahannya bahkan ada yang tidak mengangkat.

Editor:
Tribunnews.com
Ilustrasi ponsel 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kapolda Kaltim, Irjen Safaruddin, mengungkapkan kekecewaannya kepada para Kapolres dan Kasatker (Kepala Satuan Kerja) karena kurangnya transparansi mereka selama bertugas.

Terlebih lagi, Kapolda harus tiga kali menelpon untuk diangkat bawahannya bahkan ada yang tidak mengangkat.

Kekecewaan Safaruddin ia ungkapkan dalam acara asistensi dan desiminasi Indeks tata kelola (ITK) tingkat Polda Kaltim serta persiapan implementasi pada Polres di ruang Rupatama Polda Kaltim, Senin (23/11/2015).

Dalma pertemuan tersebut hadir semua direktur, Kapolres seluruh Kalimantan Timur, dan tim asistensi dan desiminasi Mabes Polri.

Safaruddin mengingatkan anggotanya agar merespon segala bentuk informasi yang diterima dari masyarakat sehingga ia perlu memberikan contoh kepada anggotanya dengan memberikan nomor telepon kepada masyarakat.

"Saya memberikan nomor telepon kepada masyarakat agar mudah mengetahui segala bentuk informasi. Hal ini juga bentuk dari pelayanan ke masyarakat. Harusnya ini bisa diikuti oleh semua anggota. Saya punya empat handphone yang selalu saya bawa, jika ada telepon saya sendiri yang angkat, bukan ajudan saya. Paling kalau sedang menghadiri acara penting seperti mendampingi presiden baru dibawa ajudan," ungkap Safaruddin.

Namun perintah Kapolda nampaknya tidak ditanggapi dengan serius oleh para Kapolres. Suatu waktu Kapolda pernah menelepon satu di antara Kapolres sebanyak tiga kali dan baru direspon.

"Kapolres ditelepon tiga kali baru diangkat. Kalau alasannya salat masih mending, tapi juga tidak salat Subuh pukul 07.00 Wita kan tak mungkin. Merespon Kapolda saja kurang apalagi ke masyarakat," tutur Kapolda.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved