Persija Jakarta

Permintaan Maaf Sekjen The Jakmania untuk Bobotoh

Sekjen The Jakmania Febriyanto sumringah setelah Polda Metro Jaya mengabulkan penangguhan penahanannya.

Permintaan Maaf Sekjen The Jakmania untuk Bobotoh
Superball/Feri Setiawan
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal, Tito Karnavian (tengah) Ketua umum Viking, Heru Joko (kiri) bersama Ketua Umum (Ketum) The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto (kedua kanan) berpose bersama. 

iWARTA KOTA, PALMERAH— Sekjen The Jakmania Febriyanto  sumringah setelah Polda Metro Jaya mengabulkan penangguhan penahanannya. Ia pun meminta maaf kepada semua pihak, termasuk bobotoh atas perilakunya di media sosial.

"Saya meminta maaf kepada seluruh warga Jakarta, kepada siapa pun, kepada Kapolda Metro Jaya, Gubernur DKI, dan juga keluarga dari Bobotoh. Apabila ada yang tersakiti dari kata-kata saya secara sengaja atau tidak," kata Febriyanto.

Ia berharap segenap pendukung Persija Jakarta bisa tetap bermitra dengan Polda Metro Jaya dan warga ibu kota.

Tampak dalam penjemputan itu Ketua Umum The Jakmania Richard Achmad Suprianto, Ketua Komite Pengarah Piala Presiden 2015 Maruarar Siarait, dan Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar. Mereka adalah para pihak yang menjaminkan Febri kooperatif selama berada di luar penjara.

"Terima kasih juga saya ucapkan kepada Kapolda Metro Jaya yang saat ini diwakili Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal, Bang Ara, dan Pak Haji Umuh. Serta Ketua Umum The Jakmania yang pontang-panting setiap hari," ucap Febri penuh senyum.

Febri terlihat bahagia dengan penangguhan penahanan dirinya. Sebab dia akan kembali bertemu keluarga serta sang istri yang tengah mempersiapkan persalinan yang sudah memasuki minggu ke-39. "Tidak ada yang paling indah selain bertemu dengan keluarga," ujarnya.

Di tempat sama, Umuh Muchtar menyampaikan bila Bobotoh sudah berbesar hati memaafkan Febri atas tindakan alpha-nya. "Ini demi kemanusiaan. Semua manusia ada kesalahan dan luput dari kekhilafan," tutur Umuh.

Febrianto ditetapkan sebagai tersangka provokasi melalui cuitannya di media sosial beberapa jam menjelang laga final dihelat. Ia dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 160 KUHP.

Penulis: z--
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved