Car Free Day Ramai Dikunjungi PMKS

Di tengah ramainya warga Ibukota berolahraga atau sekadar meluangkan waktu berjalan santai bersama keluarga, terdapat puluhan PMKS berkeliling

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Dwi Rizki
Salah satu PMKS yang memanfaatkan Car Free Day, Minggu (22/11). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau awam dikenal sebagai Car Free Day (CFD) telah lama menjadi ruang warga Ibukota untuk berekspresi.

Namun, sejak digiatkan kembali pada 13 Mei 2012 oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo kala itu, pelaksanaan CFD justru dimanfaatkan oleh kepentingan politik untuk berdemo hingga para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mengais rezeki.

Mirisnya hal tersebut seperti yang tergambar dalam pelaksanaan CFD di lingkar Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sekitar Jalan MH Thamrin Raya pada Minggu (22/11) pagi.

Di tengah ramainya warga Ibukota berolahraga atau sekadar meluangkan waktu berjalan santai bersama keluarga, terdapat puluhan PMKS berkeliling mencari mangsa.

Para PMKS yang diketahui berasal dari berbagai penjuru Ibukota itu terlihat membaur menyamarkan diri dari pantauan petugas Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial DKI Jakarta yang berjaga.

Lewat beragam modus mulai dari mengenakan kostum boneka karakter kartun, berjualan tisu hingga menghimpun dana untuk keluarga atau kerabat yang tengah sakit dilakukan para PMKS untuk menuai iba para pengunjung CFD.

Walau para warga mengaku sudah awas dengan keberadaan mereka, namun tidak sedikit warga Ibukota yang tertipu dengan modus tersebut.

Pendapatan para PMKS pun tidak terhitung jumlahnya, tetapi ditaksir mencapai ratusan ribu rupiah apabila pecahan koin ataupun uang recehan kertas dikumpulkan selama CFD berlangsung.

Berkeliling mengitari Bunderan HI selama sekira setengah jam, Warta Kota menghitung setidaknya ada lebih dari 40 orang PMKS yang tersebar.

Para PMKS itu terlihat melakukan aksinya masing-masing, seperti misal pengemis yang mengenakan kostum boneka karakter kartun di sekitar Grand Indonesia, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Lengkap mengenakan kostum karakter kartun seperti Doraemon, Marsha hingga tokoh superhero dalam komik, para PMKS terlihat berlenggak-lenggok dan melambaikan tangan kepada pengunjung CFD.

Aksinya tersebut pun kian ekspresif saat seorang anak mendekati mereka ataupun beberapa pengunjung yang datang untuk sejenak berfoto bersama.

Walau tidak merugikan warga, salah seorang petugas P3S Dinas Sosial DKI Jakarta, Parmono mengungkapkan, jika keberadaan mereka telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, yakni melakukan tindak tidak terpuji - mengemis.

Karena itu, pihaknya pun melakukan penghalauan dengan cara mengusir para PMKS untuk meninggalkan area CFD.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved