Warga Pandeglang Jual Ginjal Demi Operasi Sang Anak

Pak Jokowi Tolong Beli Ginjal Saya, Anak Saya Butuh Operasi 1,2 M

Warga Pandeglang Jual Ginjal Demi Operasi Sang Anak
Warta Kota/Dwi Rizki
Kasih sayang orangtua kepada anak memang indah, apapun akan dilakukan demi keceriaan sang anak. Hal tersebut nyata ditunjukkan oleh Susanto (28) warga Kampung Kelapa Cagak, Desa Teluk Lada, Pandeglang, Banten. Lantaran tidak memiliki uang untuk operasi Adrian (5) putranya yang menderita Hepatitis B, dirinya rela menjual diri. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Kasih sayang orangtua kepada anak memang indah, apapun akan dilakukan demi keceriaan sang anak.

Hal tersebut nyata ditunjukkan oleh Susanto (28) warga Kampung Kelapa Cagak, Desa Teluk Lada, Pandeglang, Banten.

Lantaran tidak memiliki uang untuk operasi Adrian (5) putranya yang menderita Hepatitis B, dirinya rela menjual diri.

Aksinya tersebut seperti yang terlihat di depan gerbang silang barat daya Monumen Nasional (Monas), persis di seberang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Usai berjalan kaki menempuh ratusan kilometer dari rumahnya menuju gerbang istana, Susanto pun kembali menuju gerbang penjagaan Istana Negara untuk meminta izin kepada Polisi Militer yang berjaga.

Walau terlihat memohon, seperti jawaban yang diterimanya sebelumnya, pihak keamanan Istana Negara tidak mempersilahkan dirinya untuk masuk menemui kepala negara.

Dirinya pun kembali menyeberangi Jalan Medan Merdeka Utara dan berdiri sembari tetap membentangkan poster berwarna merah jambu yang berisi foto anaknya, dirinya meminta Presiden Joko Widodo membeli ginjalnya untuk biaya operasi anaknya yang mencapai Rp 1,2 miliar.

'Pak Jokowi Tolong Beli Ginjal Saya, Anak Saya Butuh Operasi 1,2 M', tulisnya dalam poster yang dibawanya. Dalam poster tersebut pun terpampang dua buah foto Adrian ketika masih sehat dan kondisi saat sakit.

Namun, walau sudah lebih dari delapan jam dirinya berdiri, belum ada sedikit pun jawaban dari balik gerbang istana.

Perhatian yang datang justru berasal dari sejumlah pengendara jalan yang melintas, untuk sejenak menyapa dirinya ataupun bertanya gerangan dirinya yang mematung di tengah teriknya matahari.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved