Breaking News:

PT Megapolitan Development Belum Ambil Langkah Terkait SP-3

Apakah akan membongkar sendiri tembok yang mereka bangun atau menunggu sampai dibongkar paksa petugas.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
FC: Jalan Permukiman warga yakni Jalan Pinang Dua Ujung, Kampung Kramat, RT 1/5, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, ditembok beton oleh PT Megapolitan Developments selaku perusahaan properti, yang mengklaim pemilik hak tanah 10 hektar di sana. Akibatnya puluhan warga terisolasi. 

DEPOK, WARTA KOTA- Surat Peringatan ke tiga atau SP-3 yang dilayangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kepada pengembang PT Megapolitan Developments (PT MD) Tbk terkait penembokan yang menutup jalan permukiman hingga membuat warga Kampung Kramat, Limo, Depok, terisolir selama 2 bulan ini, ditanggapi dingin oleh pengembang.

Public Relation Manager PT MD, Gloria Munte saat dikonfirmasi Warta Kota mengenai hal ini, mengatakan, informasi resmi adanya SP-3 itu sampai Jumat (20/11/2015) siang masih coba diperiksanya dengan berkoordinasi bersama tim Legal PT MD.

"Saya masih koordinasi dengan tim legal dan cek lagi soal SP-3 itu. Yang jelas kita akan ikuti semua prosedur yang ada," kata Gloria.

Karenanya Gloria mengaku belum dapat menentukan langkah apa yang akan diambil PT MD terkait SP-3 itu, apakah akan membongkar sendiri tembok yang mereka bangun atau menunggu sampai dibongkar paksa petugas.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tata Rang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok melayangkan surat peringatan terakhir atau surat peringatan ke tiga (SP-3) ke PT MD, Kamis (19/11/2015).

"Kita layangkan SP-3 nya ke Megapolitan hari ini," kata Citra Yulianti, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Bangunan Distarkim Depok, kepada Warta Kota

Menurut Citra, SP3 tersebut merupakan surat peringatan terakhir sebelum pihaknya melimpahkan sanksi berupa eksekusi pembongkaran bangunan ke Satpol PP Depok.

"Sebab sesuai Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang pendirian bangunan, tembok yang dibangun Megapolitan itu tidak berizin atau tidak memiliki IMB," kata Citra.

Bangunan yang dimaksud adalah tembok setinggi 2 meter sepanjang 50 meter di Jalan Pinang Dua Ujung, Limo, Depok, yang dibangun PT MD 10 September lalu. Sejak itu akses jalan warga tertutup dan permukiman mereka terisolir.

Citra menjelaskan sebelumnya pihaknya sudah melayangkan SP-1 ke PT MD pada 30 Oktober dan SP-2 pada 9 November.

Namun dalam dua kali peringatan itu PT MD tak juga menggubrisnya dengan membongkar bangunan atau mengurus perizinannya.

Akibatnya kini bangunan tersebut terancam dibongkar paksa. "Untuk itu kita layangkan surat peringatan terakhir, sebelum dibongkar paksa," kata Citra.(bum).

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Tri Broto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved