Persija Jakarta

Polisi Bebaskan Sekjan Jakmania Berkat Bobotoh

Anak pertama Febriyanto ikut sekolah sepak bola yang berada di bawah pembinaan Persib Bandung. Dan kini sang istri sedang hamil 39 minggu.

Polisi Bebaskan Sekjan Jakmania Berkat Bobotoh
Kompas.com
Suporter Persija, The Jakmania. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Tahun 2012 jadi tahun terakhir buat Persija dan Persib bisa saling melawat. Setelah itu polisi sepakat melarang suporter tim tamu datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) maupun Jalak Harupat selama 3 tahun berikutnya.

Akibatnya saat Persija Jakarta bermain di Jalak Harupat, Jakmania tak bisa hadir. Begitu pula saat Persib datang ke SUGBK, Bobotoh dilarang masuk stadion. Tapi keributan antar 2 pendukung fanatik selalu terjadi di luar stadion setiap pertandingan.

Baru di Final Piala Presiden 2015 pada 18 Oktober 2015, suporter Persib Bandung kembali masuk ke SUGBK. Persib melakoni laga final melawan Sriwijaya FC.

Persib kemudian jadi juara Piala Presiden. Sementara Sekjen The Jakmania, Febriyanto, diringkus 1 hari usai final, lalu ditahan polisi. Dia jadi tersangka lantaran memprovokasi lewat media sosial agar anggota Jakmania merusuh saat laga final tersebut.

Dia kemudian mengajukan permohonan penangguhan penahanan sejak awal. Tapi baru 1 bulan kemudian, polisi mengabulkan permohonannya, Kamis (19/11/2015). Setelah Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, berbesar hati mendorong polisi mengabulkan penangguhan penahanan itu.

Bahkan Umuh rela bolak-balik Bandung-Jakarta sejak 2 pekan lalu. Berkomunikasi dengan polisi bahwa bobotoh dan Persib amat rela Febriyanto dibebaskan. Apalagi Ketua Umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto, terus-terusan menelepon Umuh dan berbicara soal ganjalan final Piala Presiden 2015 itu.

Richard menceritakan segala sesuatunya ke Umuh. Dia menceritakan bahwa istri Febriyanto berasal dari Bandung dan mencintai Persib.

Anak pertama Febriyanto bahkan ikut sekolah sepak bola yang berada di bawah pembinaan Persib Bandung. Dan kini sang istri sedang hamil 39 minggu.

"Ini demi kemanusiaan. Saya sudah bicara dengan Febriyanto dan memberi petuah-petuah. Semoga ke depan ini tak terjadi lagi. Saya rindu Persib dan Persija bertemu di Gelora Bung Karno dalam sebuah partai final, dimana tak ada keributan dan suporter benar-benar damai, tetapi persaingan tetap terasa panas," ucap Umuh kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com di Polda Metro Jaya, usai polisi mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Febriyanto, Kamis (19/11/2015).

Febriyanto tampil dengan muka kusut saat jumpa pers, dengan celana pendek, baju kaos dan sandal jepit. Dia mengaku kapok mendekam dipenjara selama 1 bulan ini.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved