Penggusuran Jakarta
334 Bangunan Liar di Cakung Barat Akan Dibongkar
Sebanyak 334 bangunan liar yang berdiri di atas Saluran Irigasi Tengah Kalimalang, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, akan dibongkar pekan depan.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, CAKUNG— Sebanyak 334 bangunan liar yang berdiri di atas Saluran Irigasi Tengah Kalimalang, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, akan dibongkar pekan depan. Surat peringatan ketiga (SP3) pun sudah diberikan pada Kamis (19/11).
Sayangnya pedagang yang mendapatkan SP3 malah melakukan aksi demo di depan kantor Kecamatan Cakung. Mereka menolak adanya penertiban bangunan yang telah dihuni lebih dari 20 tahun.
Camat Cakung Alamsyah mengatakan penertiban pekan depan dilakukan agar fungsi lahan sebagai saluran air dan jalan inspeksi bisa dikembalikan. "Lahan yang ditempati adalah milik perairan. Mereka harusnya legowo karena ini lahan pemerintah," ujarnya, Kamis (19/11).
Sementara itu Lurah Cakung Barat, Henrika Kuswandari menambahkan ada 173 dari 334 bangunan liar yang digunakan sebagai tempat berdagang. Sementara sisanya adalah bangunan rumah tinggal milik warga.
Nantinya bangunan tersebut tidak akan dibongkar seluruhnya. Menurutnya hanya bagian pagar, tembok dan halaman saja yang dibongkar karena berada di atas saluran air.
"Jarak enam meter dari saluran irigasi, akan dijadikan jalan inspeksi yang menghubungkan wilayah Tipar Cakung dan Cakung Cilincing (Cacing). Makanya harus dilakukan penertiban karena masih banyak bangunan liar," katanya.
Nantinya para pedagang akan direlokasi keempat lahan kosong milik warga yang berada di wilayah RT 09 RW07 Cakung Barat. Lahan tersebut masing-masing milik H. Makmur, H. Deri, H. Nazar dan H. Zulkarnaen.
"Lahan kosong ini jaraknya berdekatan dan mampu untuk menampung lebih dari 100 pedagang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151109-bongkar_20151109_181618.jpg)