Kasus Korupsi UPS

Tersangka Kasus Korupsi UPS Menghilang dari Kantor

Penetapan Sekretaris Komisi E DPRD DKI, Fahmi Zulfikar, sebagai tersangka kasus pengadaan UPS oleh Bareskrim sudah diketahui fraksi Hanura di DPRD DKI

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Hertanto Soebijoto
Kompas.com
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Fahmi Zulfikar 

WARTA KOTA, GAMBIR - Penetapan Sekretaris Komisi E DPRD DKI, Fahmi Zulfikar, sebagai tersangka kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS) oleh Bareskrim Mabes Polri, sudah diketahui oleh penghuni fraksi Hanura di Gedung DPRD DKI, lantai 5, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Petugas keamanan pun tidak memberikan izin Warta Kota, untuk masuk ke dalam ruangan setelah terdapat kabar kasus tersebut.

Seperti pada pantauan Warta Kota, Selasa (17/11/2015). Petugas keamanan tidak mengizinkan untuk melakukan peliputan di dalam ruangan Fahmi.

"Pak Fahmi sedang tidak enak badan, dia tidak masuk. Jadi tidak bisa wawancara. Buat masuk ke dalam melihat ruangan juga tidak boleh. Nanti saja kalau yang bersangkutan sudah ada," kata seorang petugas keamanan di pintu masuk ruang fraksi Partai Hanura, tersebut.

Menurut petugas tersebut, Fahmi terlihat datang di ruangannya, Senin (17/11/2015) kemarin.

Namun, Fahmi Zulfikar terlihat sakit dengan wajahnya yang pucat.

"Terakhir sih, Pak Fahmi kemarin pulang sekitar jam 2 siang. Katanya lagi nggak enak badan, mukanya juga terlihat pucat. Tapi saya nggak tahu, apa karena masalah itu," kata petugas yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Namun, menurut pria berkumis tersebut, Fahmi memang datang ke ke kantor, biasanya hanya dua kali dalam satu minggu.

Waktunya pun tidak tentu, karena ia datang sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya.

"Dari dulu, seminggu, paling dua kali datang ke kantor. Harinya nggak tentu. Ya paling datang jam 9 atau jam 10. Pulangnya enggak tentu," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved