Go-Jek Pilih Demo Gara-gara Terbebani Kewajiban Bayar Cicilan Helm

Gara-gara diminta membayar cicilan sejumlah peralatan Go-Jek di antaranya helm, sejumlah pekerja di ojek berbasis aplikasi itu keberatan dan demo.

Go-Jek Pilih Demo Gara-gara Terbebani Kewajiban Bayar Cicilan Helm
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Ilustrasi Go-Jek layani pelanggan. 

WARTA KOTA, KELAPA GADING -- Sejumlah pengemudi layanan ojek aplikasi Go-Jek, kembali menggelar unjuk rasa pada Senin, Rabu, dan Jumat (16,18, dan 20/11/2015), sekitar pukul 09.00 di Kemang Timur, Jakarta Selatan, terkait pemotongan honor.

Driver online atau Go-Jek Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Pondok Gede, Jakarta Timur, Joe Aditya Krislana pun menjelaskan pemotongan tersebut merupakan cicilan atribut gojek yang.

Joe menjelaskan kembali, pemotongan honor tersebut sejak awal diinformasikan ke driver yang sudah diterima atau menjadi mitra Gojek. Pemotongan itu berupa pembayaran cicilan atribut Gojek, yakni helm, jacket, handphone, maupun motor.

"Jadi begini, beberapa waktu lalu pihak manajemen menginformasikan kalau ada system yang mengalami error, dan itu diinformasikan kok. Nah, sehingga tidak dapat mendata terkait hal itu," kata Joe saat dihubungi Warta Kota, Minggu (15/11/2015).

System yang mengalami gangguan selama 10 hari tersebut, terang Joe, membuat pihak manajemen tak bisa mendata pembayaran cicilan atribut gojek yang harus ditanggung setiap driver Gojek.

"Nah kaya gue nih, gue ada cicilan handphone yang harus dibayar perharinya Rp 8000, pas system kembali normal, ya dikalikan saja Rp 8000 dikalikan 10 hari. Kalkulasikan setiap 5 hari, Rp 8000 dikali 5 hari, nah 5 hari kemudian bayar lagi. Mereka yang demo itu, mungkin ya, ada yang masih nyicil ponsel, helm, jaket, malah ada yang cicil motor juga. Jadi, ketika dikalkulasikan jadi banyak," kata Joe.

Joe kembali menerangkan, "Cicilannya bervariasi kok, kalau gue sih ya handphone perharinya dicicil sebesar Rp 8000. Tau deh kalau yang lain," kata Joe.

Joe yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara ini, unjuk rasa yang akan dilakukan para pekerja Go-Jek besok pagi, merupakan driver Go-Jek, yang kurang mendapat informasi.

"Mereka mungkin gak paham atau memang gak suka dan shock yang tiba-tiba ada pemotongan mendadak langsung besar nominalnya oleh pihak manajemen. Sebenarnya ya, itu udah kewajiban ya memang harus bayar. Ketika diinterview, pihak gojek itu sudah menerangkan kalau ada sistem pemotongan. Entah yang demo itu mereka lupa, sengaja lupa, lupa, atau memang gak ngerti sama sekali, gue gak tahu deh," tuturnya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved